Pesan Pengurus Nasional Garda Metal di LDK PUK Hino: Semangat Berserikat Tak Boleh Padam

Pesan Pengurus Nasional Garda Metal di LDK PUK Hino: Semangat Berserikat Tak Boleh Padam

Subang, KPonline-Pengurus Nasional Garda Metal FSPMI, Muhammad Nurfahroji atau yang akrab disapa Oji, mengajak seluruh peserta Latihan Dasar Kepemimpinan (LDK) Pimpinan Unit Kerja (PUK) Serikat Pekerja Automotif Mesin dan Komponen (SPAMK) Federasi Serikat Pekerja Metal Indonesia (FSPMI) PT Hino Motors Manufacturing Indonesia (HMMI) untuk terus menjaga semangat perjuangan dan militansi dalam berserikat.

Hal itu disampaikan Oji saat memberikan sambutan sebelum menyampaikan materi dalam kegiatan LDK yang digelar di Curug Capolaga, Subang. Sabtu (4/7/2026).

Kata Oji, semangat yang dimiliki anggota serikat pekerja tidak boleh padam seiring berjalannya waktu. Justru, semangat tersebut harus terus dipupuk dan diperkuat melalui proses kaderisasi yang berkelanjutan.

“Hari ini kita harus terus men-trigger dan me-refresh semangat perjuangan. Ketika pertama kali bergabung dengan serikat pekerja hingga hari ini masih bertahan, semangat itu memang harus terus dijaga. Di FSPMI, proses regenerasi dan kaderisasi menjadi bagian penting agar perjuangan tidak berhenti,” ujarnya.

Dalam kesempatan itu, Oji memberikan apresiasi kepada PUK SPAMK FSPMI PT Hino Motors Manufacturing Indonesia yang dinilainya sebagai salah satu PUK terbaik dan paling solid di lingkungan FSPMI.

Menurutnya, PUK Hino memiliki kekompakan yang selalu terlihat dalam setiap kegiatan organisasi maupun aksi perjuangan.

“Kalau bicara Hino, menurut saya ini salah satu PUK yang luar biasa. Kekompakan teman-teman selalu terlihat. Bahkan saat melakukan aksi internal kemarin, saya melihat mobil komando FSPMI Hino bisa bergerak mengelilingi pabrik. Itu menunjukkan organisasi yang hidup dan solid. Saya memberikan apresiasi kepada seluruh keluarga besar PUK Hino,” katanya.

Oji juga memperkenalkan latar belakang perjuangannya di organisasi. Ia menjelaskan bahwa dirinya bergabung dengan FSPMI sejak tahun 2004 dan pernah mengalami pemutusan hubungan kerja (PHK) pada 2006. Perselisihan tersebut diperjuangkan hingga tingkat Mahkamah Agung dan menjadi bagian dari perjalanan panjangnya dalam mengabdikan diri kepada gerakan buruh.

Setelah itu, ia mendapat berbagai amanah di organisasi, mulai dari tingkat Kabupaten Bekasi, Pimpinan Pusat Serikat Pekerja Elektronik Elektrik (SPEE FSPMI), hingga kini dipercaya menjadi pengurus Dewan Pimpinan Pusat (DPP) FSPMI.

Selain menjadi Pengurus Nasional Garda Metal, Oji juga dipercaya sebagai Direktur Jaminan Ketenagakerjaan Watch serta aktif di Lembaga Bantuan Hukum (LBH) FSPMI. Ia juga mendapat tugas membantu penguatan organisasi di Pimpinan Cabang SPEE FSPMI Kabupaten/Kota Bekasi.

Meski mengakui sebagian besar materi yang akan disampaikan sebenarnya telah dipahami oleh para peserta, Oji mengaku ingin mengetahui secara langsung bagaimana praktik berserikat yang dijalankan di perusahaan tersebut.

“Saya yakin teman-teman Hino sudah memahami bagaimana seharusnya berserikat. Tetapi saya ingin melihat seperti apa praktiknya di lapangan. Dari berbagai cerita yang saya dengar, ketika Hino melakukan mogok kerja, kekompakannya sangat luar biasa. Memang masih ada sebagian yang ragu-ragu, itu hal yang wajar. Namun saya mengajak kita semua untuk terus naik kelas, memperkuat organisasi, dan menjaga solidaritas agar perjuangan serikat pekerja semakin kuat,” tegasnya.

Ia berharap melalui kegiatan LDK, para peserta tidak hanya memperoleh pengetahuan mengenai organisasi, tetapi juga memiliki mental kepemimpinan, keberanian, serta komitmen untuk menjaga keberlangsungan perjuangan serikat pekerja di masa depan.