Perwakilan Massa Aksi Buruh Bekasi Ditemui Pj. Bupati di Kantornya

Bekasi, KPonline – Buruh yang tergabung dalam Federasi Serikat Pekerja Metal Indonesia (FSPMI), Serikat Pekerja Nasional (SPN) Kabupaten Bekasi, melakukan aksi unjuk rasa menolak kenaikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM), menolak omnibuslaw cipta kerja dan meminta kenaikan upah 2023 sebesar 13%, Kamis (15/9/2022).

Terpantau koran Perdjoeangan, pukul 13.15 WIB, perwakilan buruh di antaranya Sarino, Maryanto, Slamet Bambang Waluyo, Rudolf dan lainya diterima oleh Pj.Bupati Bekasi Dani Ramdan di ruang kerjanya.

Pj. Bupati Bekasi Dani Ramdan menemui perwakilan buruh Bekasi, Kamis (15/9/2022).

Pj. Bupati Bekasi Dani Ramdan menanggapi aspirasi massa aksi dengan mengeluarkan surat rekomendasi yang ditujukan kepada Gubernur Jawa Barat yang berisi :

1. Naikkan upah pekerja tahun 2023 sebesar 13%
2. Tolak kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM)
3. Cabut dan batalkan UU No.11 tahun 2020 tentang Cipta Kerja

Dari atas mobil komando Amir Mahfudz menegaskan aksi hari ini kita meminta surat rekomendasi atas kenaikan harga BBM dan penolakan terhadap omnibuslaw cipta kerja.

“Keberanian pemimpin daerah untuk memberikan kebijakan menaikkan upah 2023 sebesar 13% s/d 20% sebagai solusi dari kenaikan harga kebutuhan hidup dampak dari kenaikan BBM,” ungkap Amir.

Lebih lanjut Amir Mahfudz dari atas mobil komando menyeru dan mengajak agar partai buruh 2024 mendatang menjadi pemenang dan merubah semua kebijakan yang merugikan rakyat Indonesia.

Selanjutnya, sekitar pukul 14.00 WIB, Surat Rekomendasi dari Pj. Bupati Bekasi yang ditujukan untuk Gubernur Jawa Barat dan Surat Rekomendasi dari DPRD Kabupaten Bekasi yang ditujukan untuk Presiden RI dibacakan oleh Tudiono ‘Fresa’dari atas mobil komando.

Selesai dibacakannya surat rekomendasi tersebut, sekitar pukul 14.20 WIB, massa buruh Bekasi membubarkan diri dengan tertib.

Penulis : Yanto
Foto : Eddo