Perwakilan KSPI Ditemui Wakil Ketua DPR RI Fahri Hamzah

  • Whatsapp

Jakarta, KPonline – Wakil Ketua DPR RI Fahri Hamzah menerima pimpinan Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI) yang hari ini melakukan aksi demonstrasi di depan DPR RI di Komplek Senayan. Nampak diluar gedung, ribuan buruh berdemonstrasi di samping pagar Senayan.

Adapun beberapa permasalahan yang disampaikan oleh pimpinan KSPI kepada Pimpinan DPR RI adalah; pertama, sekitar 19 juta pelanggan listrik PLN dengan pengguna golongan 900 VA mengalami kenaikan 30 % dari harga semula. Kedua, kenaikan tarif dasar listrik (TDL) membuat beban hidup rakyat semakin meningkat dan daya beli menurun.

Ketiga, listrik dasar (900 VA) merupakan salah satu dari 60 (enampuluh) item dari Kebutuhan Hidup Layak (KHL) rakyat kecil. Harusnya tidak boleh naik. Keempat, rakyat mulai mengeluh karena pasokan BBM di berbagai titik miskin di Indonesia juga mulai dibatasi. Dan yang terakhir, kenaikan tarif dasar listrik (TDL) yang ketiga kali sejak rezim Jokowi dan dinaikkan tepat pada 1 Mei 2017 adalah kado paling pahit Jokowi untuk buruh dan rakyat miskin.

KSPI juga menyampaikan pernyataan sikapnya; satu, mendesak kepada Presiden Jokowi untuk membatalkan kenaikan Tarif Dasar Listrik (TDL) dan menambah pasokan BBM; kedua, KSPI mendesak DPR RI untuk membentuk Pansus listrik dengan menggunakan hak angket untuk memanggil Presiden guna menanyakan kenaikan TDL yang memberatkan buruh dan rakyat miskin.

Kepada kawan-kawan buruh, Fahri Hamzah menyampaikan beberapa hal. Bahwa pertemuan terakhir dengan pimpinan KSPI sebelumnya, Fahri sudah menawarkan satu langkah bersama antara buruh dengan DPR. Langkah bersama itu berupa keseriusan kita untuk memiliki database dasar hidup buruh dan berbagai masalahnya agar menjadi dasar advokasi DPR RI.

Kedua, kita harus memiliki alert system yang menjadi acuan buruh. Pemerintah gagal atau sukses tidak ada ukurannya. Problemnya, buruh kalau tidak demonstrasi tidak dianggap ada. Ketiga, Angket yang diusulkan oleh kawan-kawan buruh itu bisa diberlakukan kalau ada dugaan pelanggaran Undang-Undang. Kawan-kawan buruh dan tim kajian DPR harus kerjasama dan harus lebih dalam lagi mengkaji soal sumber kesalahan pemerintah ini.

Dan yang terakhir, Fahri Hamzah menyampaikan bahwa sesungguhnya kenaikan tarif dasar listrik (TDL) adalah sinyal tanda bahaya untuk pemerintah. Rakyat menjerit karena daya beli menurun. Semua mengeluh dan marah. Ada berita soal rakyat bunuh diri karena tak mampu membayar listrik. DPR akan serius menyelesaian masalah ini.