Persuasif dengan Manajemen IM, PUK SPLP FSPMI PT. TSI Janji Kawal dan Perjuangkan Keadilan bagi Pekerja

Persuasif dengan Manajemen IM, PUK SPLP FSPMI PT. TSI Janji Kawal dan Perjuangkan Keadilan bagi Pekerja

Morowali, KPonline – PUK SPLP FSPMI PT. Tsingsan Steel Indonesia kembali menunjukkan komitmennya dalam mengawal kepentingan dan kesejahteraan pekerja. Kali ini, jajaran serikat melakukan silaturahmi sekaligus komunikasi persuasif dengan manajemen Departemen IM PT TSI.

Pertemuan tersebut berlangsung pada Sabtu, 29 Agustus 2026, bertempat di ruang Manajemen IM lantai 4. Hadir dalam pertemuan tersebut Ketua PUK SPLP FSPMI PT TSI Aprianto Resky, Jery, Suhaimin, SPV Divisi Tungku Vertikal, serta perwakilan Manajemen IM.

Dalam pertemuan tersebut, serikat menyampaikan sejumlah persoalan yang dinilai penting untuk segera mendapatkan perhatian dan tindak lanjut dari manajemen.

Salah satu poin yang menjadi perhatian utama adalah terkait janji pembangunan halte khusus Departemen IM yang sebelumnya telah disampaikan oleh pihak manajemen kepada serikat.

Halte tersebut direncanakan menjadi salah satu halte percontohan di lingkungan PT TSI. Namun, hingga saat ini, perkembangan pembangunan halte tersebut belum terlihat secara signifikan.

Serikat mempertanyakan progres pembangunan tersebut karena sejak janji itu disampaikan kepada pihak serikat, waktu yang telah berlalu diperkirakan mencapai sekitar enam bulan.

Bagi PUK SPLP FSPMI PT.TSI pengawalan terhadap janji tersebut penting dilakukan agar apa yang telah disampaikan kepada pekerja tidak berhenti sebatas pembicaraan, tetapi benar-benar direalisasikan.

Selain persoalan halte, serikat juga menyampaikan perhatian terhadap mekanisme pemberian lembur di Divisi Tungku Vertikal.

PUK SPLP FSPMI meminta agar pemberian kesempatan lembur dilakukan secara adil dengan tetap mempertimbangkan kebutuhan operasional perusahaan. Hal tersebut dinilai penting untuk mencegah munculnya kesan perlakuan yang berbeda maupun kecemburuan sosial di antara pekerja.

Serikat menyampaikan bahwa terdapat laporan dari pekerja mengenai dugaan adanya perlakuan yang tidak sama dalam pemberian lembur.

Karena itu, PUK SPLP FSPMI PT.TSI mengingatkan pihak terkait agar persoalan tersebut menjadi perhatian dan dilakukan evaluasi sehingga seluruh pekerja mendapatkan perlakuan yang adil sesuai ketentuan yang berlaku.

Poin ketiga yang dibahas adalah mengenai percepatan penyelesaian bank soal ujian kenaikan jabatan dan level bagi pekerja di Departemen IM.

Serikat menyampaikan bahwa dari sembilan departemen yang ada di lingkungan PT TSI, Departemen IM masih belum menyetorkan bank soal tersebut. Padahal, sebelumnya persoalan kenaikan jabatan dan level ini telah dibahas melalui mekanisme bipartit antara PUK SPLP FSPMI dengan manajemen dan telah menghasilkan Perjanjian Bersama (PB).

Perwakilan Manajemen IM, Rafiq, menjelaskan bahwa bank soal tersebut pada dasarnya sudah hampir selesai. Kendalanya, soal yang telah dibuat oleh pihak admin masih dalam format Word, sementara pihak HRD meminta format Excel.

“Soal itu sudah jadi sekitar 90 persen, hanya saja masih perlu dirubah formatnya terlebih dahulu,” jelas Rafiq.

Menanggapi hal tersebut, serikat meminta agar proses penyelesaian bank soal dapat segera dipercepat sehingga pekerja yang telah memenuhi persyaratan tidak terlalu lama menunggu kesempatan untuk mengikuti ujian kenaikan jabatan maupun level.

Ketua PUK SPLP FSPMI PT TSI, Aprianto Resky, juga menyampaikan masukan kepada manajemen agar anggota serikat yang telah memiliki masa kerja cukup lama dan memenuhi prosedur serta kriteria yang ditetapkan perusahaan dapat diberikan kesempatan mengikuti ujian kenaikan jabatan atau level.

“Kalau prosedur dan kriteria yang dibutuhkan perusahaan sudah dimiliki anggota kami, apa salahnya diberikan kesempatan untuk mengikuti ujian. Kami berharap perjuangan yang selama ini dilakukan melalui mekanisme bipartit dapat benar-benar dirasakan dan dinikmati oleh anggota kami,” ungkap Aprianto Resky.