Perjuangan Upah 2018 Sidoarjo Memanas

Sidoarjo, KPonline – Suasana sempat memanas di kantor Bupati Sidoarjo. Pukul 15.25 sedianya perwakilan sp/sb PPBS hendak diterima berunding di dalam kantor bupati. Tiba – tiba beberapa satpol PP menghadang hendak membatasi jumlah perwakilan yang berunding.

Karena diperlakukan demikian maka semua perwakilan sp/sb PPBS sepakat menolak untuk tidak berunding. Jika perwakilan yang telah dipersiapkan sebelumnya dihalangi untuk berunding.

Spontan masa aksi bereaksi karena hal ini.

Hampir terjadi gesekan antara masa aksi dan aparat. Suasana masih bisa dikendalikan setelah dilakukan komumikasi antara kepolisian dan pemimpin sp/sb.

Perwakilan melanjutkan perundingan. Sementara masa aksi kembali melakukan aksi dengan tertib.

Walaupun demikian sepertinya aroma memanas masih terasa. Bisa jadi gesekan selanjutnya terjadi apabila beberapa pihak tak menahan diri.

Tampak wajah aparat baik dari kepolisian maupun satpol PP masih memancarkan suasana batin yang geram terhadap masa buruh.

Sekalipun orator sempat menghibur aparat dengan candaan khas pekerja buruh. “Senyum dong… Ayo senyum pak aparat,” kata seorang orator dari atas mokom.

Kemungkinan perundingan akan terjadi sangat alot. Pihak pemerintah sepertinya masih tetap kukuh mempertahankan pendapat bahwa penetapan upah harus mengacu pada arahan atasan mereka.

Namun pihak buruh tetap optimis jika pemerintah kabupaten Sidoarjo bisa menetapkan upah tanpa menggunakan PP78/2015.

Sampai berita ini ditulis dikabarkan bahwa Bupati Sidoarjo tidak ada di tempat karena ada urusan kedinasan lainnya.

Namun seperti adat kebiasaan bahwa bupati Sidoarjo selalu mengamini segala hasil yang disepakati tentang upah di Sidoarjo. Tentunya kesepakatan dari pihak pemerintah dan pihak pekerja yang sedang berunding saat berita ini di tulis.

(Suhadi,Sidoarjo).

Caption : Massa aksi langsung bereaksi mendatangi SATPOL PP saat perwakilan buruh yang hendak masuk Pendopo di batasi .(Foto Ool )