Peranan PGRI Dalam Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (PGRI)

Ketua Majelis Nasional KSPI, Didi Suprijadi.

Oleh : Didi Suprijadi

Jakarta, KPonline – Dimulai dari adanya Keputusan Kongres ke XVIII PGRI di Lembang Bandung nomor IX/kongres/XVIII/1998, tanggal 28 Nopember 1998 tentang pernyataan kongres. Salah satu pernyataan kongres XVIII PGRI, point 6 menyatakan bahwa PGRI kembali ke jati diri PGRI sebagai organisasi profesi, perjuangan, dan ketenagakerjaan.

Dengan demikian PGRI yang selama ini meninggalkan fungsi sebagai organisasi serikat pekerja sejak kongres XIII PGRI di Jakarta, kembali lagi ke jati diri semula yaitu sebagai organisasi ketenagakerjaan.

Untuk itu berdasarkan Surat Keputusan Menteri Tenaga Kerja RI No Kep 370/M/BW/1999 tanggal 10 Agustus 1999, departemen tenaga kerja RI menerima pendaftaran PGRI sebagai serikat pekerja.

Keputusan itu didasarkan atas pendaftaran PGRI sebagai serikat pekerja tingkat nasional dengan alamat Jln Tanah Abang lll 24 Jakarta pusat dengan nomor pendaftaran 57/GSP. PGRI/DFT/BW/VIII/1999 pada Departemen Tenaga Kerja Pusat.

Dengan terdaftarnya PGRI sebagai serikat pekerja tingkat nasional, maka PGRI dapat melaksanakan kegiatan dalam bidang ketenagakerjaan sesuai dengan Undang Undang yang berlaku.

Dengan kembalinya jatidiri PGRI sebagai organisasi ketenagakerjaan, disamping sebagai organisasi profesi dan perjuangan dan didaftarkannya PGRI sebagai organisasi serikat pekerja tingkat nasional maka PGRI bersama sama dengan serikat pekerja lainnya membentuk konfederasi serkat pekerja indonesia yang kita kenal dengan nama KSPI.

Pertama kali KSPI bernama Komite Serikat Pekerja Indonesia. KSPI baru berubah menjadi Kongres Serikat Pekerja Indonesia. Kemudian menjadi Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia, setelah diadakan kongres ke II Februari 2007 di Malang, Jawa Timur.

Dari awal singkatannya selalu sama, KSPI. Untuk penyebutan di tingkat international bahasa Inggerisnya, tadinya: Indonesian Trade Union Congress (ITUC), pada tahun 2009 terjadi penggabugan organisasi buruh dunia yaitu ICFTU International Confederation Free Trade Union dengan WCL World Christian Labour menjadi ITUC Internatioanal Trade Union Confederation di Bengaloon India.

Tetapi karena ICFTU berubah menjadi ITUC juga, maka mereka meminta KSPI merubah nama, yang lalu menjadi Confederasi of Indonesian Trade Unions disingkat CITU.

Secara singkat dibentuknya serikat pekerja dalam bentuk konfederasi dimulainya reformasi tahun 1998 yang mempengaruhi serikat pekerja/serikat buruh di Indonesia.

Pada saat itu hanya ada 2 (dua) konfederasi SP/SB di Indonesia, yaitu KSPSI ( Konfederasi Serikat Pekerja Seluruh Indonesia ) dan KSBSI (Konfederasi Serikat Buruh Sejahtera Indonesia).

KSPSI kecendrungannya “dekat” dengan pemerintah (Yacob Nowawea-PDIP) sedangkan KBSI merupakan afiliasi dari (Word Christian Labour) dipimpin Mochtar Pakpahan.

Setelah reformasi pekerja/buruh yang bersifat independen dan non partai politik bergabung dalam konfederasi baru, yaitu Konfederasi Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (KSPI). KSPI didirikan tanggal 1 Pebruari 2003 di Caringin Bogar oleh afiliasi PB PGRI ( Pengurus Besar Persatuan Guru Republik Indonesia) SPN (Serikat Pekerja Nasional), FSP KEP (Federasi Serikat Pekerja Kimia, Energi, Pertambangan , Minyak Gas Bumi dan Umum), FSP Kahutindo (Federasi Serikat Pekerja Perkayuan, Perhutanan dan Umum Seluruh Indonesia), FSPMI (Federasi serikat Pekerja Metal Indonesia), ASPEK Indonesia (Asosiasi Serikat Pekerja Indonesia), FSP FARKES-Ref (Federasi Serikat pekerja Farmasi dan Kesehatan Reforamsi), SP PPMI (Serikat Pekerja Percetakan, Penerbitan, dan Media Reformasi), FSISI (Federasi Serikat Pekerja lndustri Semen Indonesia), SP PAR-Refomasi (Serikat Pekerja Pariwisata Refomasi).

KSPI bersifat bebas – demokratis – mandiri dan professional serta bertanggung jawab .

Pada Kongres I KSPI, PB PGRI menugaskan suatu tim terdiri dari Drs. WDF Rindorindo ketua, H. Sanuri Almazir ketua Departemen Kesra dan Ketenagakerjaan, Dra. Harfini Suhardi Ketua Departemen Penelitian dan Pengembangan Profesi, sedangkan HM. Rusli Yunus Wakil sekjen PB PGRI (mantan Sekretaris PSPN – Persatuan Serikat Pekerja Pegawai Negeri) ditugaskan menjadi penghubung tokoh­ tokoh setia SP/SB di luar PGRI.

Pengalaman PGRI dalam PSPN (1962-1967) yang pembentukannya diprakarsai PGRI, dipimpin oleh Ketua Umum PB PGRI ME Subiadinata adalah tokoh independent yang disegani SP/SB serta pemerintah.

Sedangkan pengurus Provinsi PGRI yang hadir diantaranya Sahiri Hermawan dari Jabar, Sulistiyo dan Taruna dari Jateng serat Matajit dan Mashuri dari Jatim.

Kongres I KSPI menghasilkan wakil PGRI Drs. WDF Rindorindo duduk dalam DEN (Dewan Eksekutif Nasional) sebagai Sekretaris Jenderal KSPI, sedangkan Dra. Harfini Suhardi dan H.Sanuri Almazir duduk sebagai Majelis Nasional KSPI.

Setelah Drs. WDF Rindorindo wafat Agustus 2004, jabatan Sekjen KSPI kosong dan menurut konstitusi KSPI harus diisi oleh afiliasi yang sama dan penetapannya dilakukan oleh rapat gabungan DEN dan Majelis Nasional KSPI.

DEN dan Majelis Nasional KSPI meminta agar PGRI mengajukan penggantian Sekjen KSPI dan afiliasi PGRI, kalau dapat senior PGRI yang dikenal di kalangan SP/SB di Indonesia. PB PGRI menyetujui dengan mengajukan HM Rusli Yunus, Ketua PB PGRI sebagai sekjen DEN KSPI yang baru.

KSPI diterima sebagai anggota ICFTU. Obsesi KSPI sejak berdiri adalah menjadi anggota ICFTU (International Federation of Free Trade Union). Untuk mewujudkan KSPI sebagai SP/SB yang bergengsi dan terbesar di dunia dilaksanakan terobosan­ terobosan baru untuk konsolidasi keanggotaan afiliasi KSPI, membentuk perwakilan­ perwakilan daerah, melaksanakan pelatihan kepemimpinan SP/SB, dan langkah strategis pada tingkat nasional, regional dan internasional.

PGRI sebagai salah satu afiliasi KSPI selalu aktif dalam berbagai kegiatan konfederasi terakhir mengikuti konvensi KSPI ke dua di Malang tanggal 31 Januari sampai 2 Februari 2007.

Dalam konvensi ini hadir Sekjen PB PGRI, Pengurus PGRI Provinsi Jawa Barat dan Jawa Timur. Diantaranya Mashuri dan Matadjit dari PGRI Provinsi Jatim; Suci Islamiyati dari DKI dan lainnya dari berbagai daerah.

Dari kongres tersebut terpilih H.M. Rusli Yunus sebagai Sekretaris Jenderal KSPI, Dra. Harfini Suhardi sebagai Vice President, H. Sahiri Hermawan S.H.,M.H dan Drs. .H. Matadjit sebagi anggota Majelis Nasional , serta Drs. H. Muhir Subagia sebagai Wakil Sekretaris Jender. Pada periode ini sebagai presiden KSPI adalah Thamrin Mosie dari afiliasi FPSMI.

Kongres lll KSPI diadakan bulan Februari 2012 di hotel jayakarta puncak Bogor hadir utusan dari PB PGRI dipimpin langsung oleh Sekjen PB PGRI Sahiri Hermawan dengan anggaota Malik Raden, Muhir Subagja, Harfini S, Didi Suprijadi, Suci Islamiayati sedangkan dari perda hadir Nelson Pobolinggo Provinsi Gorontalo, Dede Hidayat Jabar, Tri Widodo Jateng dan Mashuri Jatim.

Saat kongres berlangsung terpilih pimpinan sidang Nelson Pobolinggo dan Hasrfini S. Kongres III KSPI terpili Said Iqbal dari FSPMI sebagai Presiden dan Sulistiyo sebagai Ketua Majelis Pertimbangan Organisasi. Sahiri Hrmawan sebagai anggaota Majlis Nasional serta Malik Raden dan Harfini S sebagai wapres, terpilih Muhir Subagja sebagai wakil sekjen dan Didi Suprijadi deapartemen organisasi dan pengkaderan.

Pada periode ini banyak pengurus daerah KSPI yang diisi oleh anggota PGRI di Provinsi, antara lain DKI Jakarta, Jabar, Jateng, Jatim, Gorontalo, Maluku, Aceh, dan Papua.

Periode ini juga KSPI kehilangan kader terbaiknya yaitu Alm Sulistiyo yang meninggal akibat terbakarnya alat di RS AL Mintoharjo Jakarta.

Kongres IV KSPI diadakan bulan Februari 2017 di Grand Cempaka Hotel Jakarta, utusan dari PB PGRI hadir dipimpin langsung oleh Sekjen Qudrat Nugraha dengan anggota Sibro Mulisi, Muhir Subagja, Muh Asmin, dan Didi Suprijadi serta anggota PGRI dari Perda KSPI seperti DKI, Jatim, dan Jateng.

Saat kongres terpilih sebagai pimpinan sidang adalah Muhir Subagja. Kongres IV KSPI terpilih Moh Said Iqbal sebagai Presiden dari afiliasi FSPMI dan Qudrat Nugraha sebagai ketua Majelis Pertimbangan Organisasi serta Moh Asmin Sebagai wapres dan Muh Sibro Mulisi sebagai wakil sekjen.

Didi Suprijadi dan Muhir Subagja terpilih sebagai ketua dan anggota Majelis Nasioanl KSPI.

Keberadaan PGRI sebagai Serikat Pekerja merupakan roh dan jati diri yang khas dan tidak bisa dilepaskan sejak sebelum lahirnya PGRI sampai sekarang. Salah satu kelebihan PGRI sebagai serikat pekerja adalah adanya hubungan solidaritas antar serikat pekerja baik didalam negeri maupun di luar negeri.

Di era Globalisai saat ini penting bagi PGRI mempunyai jejaring yang luas sampai ketingkat International. Sebagai Serikat pekerja PGRI diterima sebagai warga dunia melaui Education International ( EI) dan Internatioanl Confederation Trade Union karena KSPI sebagai afiliasinya hingga ke badan dunia PBB melalui International Labour Organitation ( ILO )

Peranan PGRI dalam Serikat Pekerja dalam hal ini KSPI mempunyai sejarah panjang. PGRI sebagai serikat pekerja dalam perjalanannya sering menemui jalan terjal dan rintangan yang tidak pernah ringan, baik sosial, ekonomi maupun politik.

Saat zaman Orde Lama PGRI di intervensi politik yang kuat saat itu, zaman orde baru diintervensi langsung oleh penguasa dengan keluarnya PGRI dari Majelis Pekerja Buruh Indonesia dan dilarangnya PGRI sebagai fungsi serikat pekerja. Hal ini ditandai dengan ditanggalkannya lambang gerigi pada logo PGRI.

Orde reformasi yang merupakan zaman kebebasan, PGRI kembali lagi kepada jatidiri semula yaitu PGRI sebagai organisasi profesi, perjuangan, dan ketenagakerjaan.

Kedepan kita semua berharap agar kiranya tidak lagi ada pihak pihak lain baik internal maupun eksternal untuk mengkerdilkan dan melemahkan perjuangan guru dengan mengubah lagi jati diri PGRI,

Daftar Sekarang