Pekerja Muda dan Tantangannya

  • Whatsapp
Ketua Komite Pekerja Muda FSP ISI dan Wakil Bendahara KSPI, Lena Yuliana. Foto: Media Perdjoeangan

Bogor, KPonline – Menjelang istirahat sore, seluruh peserta Jambore Nasional Pekerja Muda SPAMK-FSPMI, mendapatkan satu tambahan materi pendidikan.

Hadir Lena Yuliana yang merupakan salah seorang ITUC & ITUC Youth Committee. Dengan lugas dan tegas, Lena memaparkan betapa pentingnya kaum pekerja muda dalam era globalisasi saat ini.

Bacaan Lainnya

“Berdasarkan riset, data dan penelitian yang dibuat oleh ILO, populasi kaum muda yang berusia antara 15-24 tahun, kurang lebih ada sekitar 1,22 milyar jiwa. 87% populasi di negara-negara berkembang diisi oleh kaum muda. Secara rata-rata ada 62% kaum muda yang hidup di wilayah Asia Pasifik. Dan untuk di Indonesia sendiri, kurang lebih ada 60% kaum muda dari 252 juta jiwa,” jelas Lena Yuliana yang juga merupakan Wakil Bendahara KSPI.

Ketua Komite Pekerja Muda FSP ISI dan Wakil Bendahara KSPI, Lena Yuliana. Foto: Media Perdjoeangan

“Definisi kaum muda berdasarkan riset, data dan penelitian ITUC, yaitu usia prosuktif antara 18-35 tahun. Dalam usia produktif tersebut, biasanya merupakan angkatan kerja baru, yang akan memasuki dunia kerja,” ungkap Ketua Komite Perempuan FSP ISI – KSPI ini.

Ada 3 (tiga) hal permasalahan yang akan dialami oleh kaum muda, ketika memasuki dunia kerja. 3 (tiga) hal tersebut adalah belum adanya pengalaman bekerja bagi kaum muda yang baru saja lulus SMA/SMK.

Beban mental yang diterima oleh kaum muda, ketika memasuki ruang dan lingkup dunia kerja yang memang masih sangat baru. Terakhir adalah keterampilan yang memang belum dimiliki oleh kaum muda.

Perubahan Dunia Kerja akibat globalisasi dan perkembangan teknologi, mengakibatkan penurunan jumlah pekerjaan di sektor manufaktur.

Sehingga memaksa para pekerja muda ini untuk menerima Pasar Kerja yang Flexible, sebuah pasar yang sangat mudah bagi para pelaku kapitalis untuk menerima pekerja baru, sekaligus mudah untuk di-PHK.

Ketua Komite Pekerja Muda FSP ISI dan Wakil Bendahara KSPI, Lena Yuliana. Foto: Media Perdjoeangan

Atas dasar tersebutlah, maka kaum pekerja muda harus segera bersiap diri, mempersiapkan segalanya. Sekaligus menuntut agar, penciptaan lapangan kerja yang banyak dan seluas-luasnya.

Memberikan pelatihan kerja bagi angkatan kerja baru, agar mampu bersaing di era globalisasi dan perkembangan teknologi saat ini.

Kerja Layak, Upah Layak dan Jaminan Sosial yang bisa meningkatkan taraf hidup dan yang terakhir, meningkatkan partisipasi aktif kaum muda di serikat pekerja, agar regenerasi kepemimpinan serikat pekerja terus berputar dan bergerak. (RDW)

Pos terkait