PC SPAMK FSPMI Bekasi Adakan Workshop Strategi Perjuangan Upah

Bekasi, KPonline – Pimpinan Cabang Serikat Pekerja Automotif Mesin dan Komponen Federasi Serikat Pekerja Metal Indonesia (PC SPAMK FSPMI) Kab/Kota Bekasi mengadakan workshop Strategi Perjuangan Upah.

Workshop ini diadakan secara marathon selama 6 hari mulai 17 hingga 22 Januari 2022 di Primebizz Hotel, Cikarang, Bekasi dengan peserta berbeda setiap harinya.

Bacaan Lainnya

Hadir dalam acara ini, Ketua PC SPAMK FSPMI Bekasi Suparno beserta jajaran pengurus PC SPAMK FSPMI Bekasi dan peserta dari PUK-PUK yang tergabung di sektor Automotif Mesin dan Komponen Bekasi.

Sebagai narasumber hadir Dewan Pengupahan Provinsi Jawa Barat Rudolf SH, Wakil Ketua Bidang Pengupahan PC SPAMK FSPMI Bekasi Dedy Kurniadi SH, dan Wakil Sekretaris Bidang Pengupahan Untung Nasori SH.

Peserta workshop Strategi Perjuangan Upah PC SPAMK FSPMI Bekasi

Dalam keterangannya, Bidang Pendidikan PC SPAMK FSPMI Bekasi Khoirul Bakri menjelaskan, workshop ini bertujuan agar peserta mempunyai bekal dan pemahaman dalam berunding kenaikan upah di perusahaannya masing-masing.

“Kami dari Pimpinan Cabang ingin bisa memberikan pemahaman kepada kawan-kawan PUK khususnya di AMK setelah munculnya 2 SK Gubernur yang menurut kami menuai kontroversi yaitu SK yang keluar 30 November yang mana disebutkan tidak ada kenaikan UMK dan yang kedua SK tanggal 31 Desember yang di dalamnya ada beberapa hal dijadikan dasar tentang adanya kenaikan upah 2022,” ungkap Bakri.

Pimpinan Cabang saat ini, lanjut dia, sedang mencoba membuat sebuah strategi yang kiranya efektif dijadikan dasar dalam perundingan upah oleh masing-masing PUK.

“Kami berharap dalam hal ini, adanya workshop ini akan muncul gagasan-gagasan atau ide-ide baru untuk dijadikan guiden yang dapat dijadikan modal kawan-kawan PUK untuk adanya kenaikan upah di tahun 2022,” tambahnya.

Menurut pria yang juga menjadi Dewan Pengupahan Kabupaten Bekasi ini, saat ini ada 96 PUK di sektor otomotif terdaftar di Pimpinan Cabang Kab/Kota Bekasi yang mengikuti workshop dari bate 1 sampai bate 6.

“Buat kami ini sebuah apresiasi. Artinya memang ada keinginan dari kawan-kawan PUK untuk bisa adanya kenaikan upah di tahun 2022. Bicara tingkat kesulitan pasti ada kesulitan apalagi tentang kemampuan bernegosiasi,” jelasnya.

Tema yang diambil dalam workshop adalah ‘Jangan pernah takut jika berunding dan jangan berunding jika takut’ adalah motivasi agar PUK tidak asal memutuskan sesuatu tanpa adanya pemahaman dan bekal yang memadai tentang suatu masalah penting seperti upah.

“Buat kami menjadi benteng terakhir ada di kawan-kawan PUK. Jadi teruslah berjuang untuk mempertahankan kesejahteraan dan pastikan ada kenaikan upah untuk tahun 2022 khususnya di Kabupaten Bekasi,” pesan Bakri.

Selain di Bekasi, Khoirul Bakri berharap, pelaksanaan workshop ini akan menular ke daerah-daerah lain. Di tingkat Pimpinan Pusat, Bakri juga terus berdiskusi dengan Pimpinan Cabang daerah lain agar memberikan pemahaman yang sama untuk semua anggota FSPMI di wilayah masing-masing.

Pos terkait