Ojol Batam Tolak Kenaikan Tarif Parkir

Batam,KPonline – Awal tahun 2020 ini Pemerintah kota Batam menargetkan penambahan APBD 2022 dari Restribusi Pajak termasuk dari Parkir

Seperti yang disampaikan oleh Kadishub Kota Batam Salim ” Memang ada kenaikan tarif restribusi parkir tapi hanya berlaku ditempat khusus seperti Mall ,Rumah Sakit dan kawasan bisnis dan tidak berlaku bagi parkir tepi jalan ” .

Bacaan Lainnya

Di kesempatan lain Gusril Ketua Serikat Pekerja Dirgantara dan Transpotasi – FSPMI Gojek Batam menyampaikan bahwa ” kami Ojek Online (Ojol) yang juga bagian dari masyarakat Kota Batam menolak kenaikan tarif parkir tersebut , kenapa kami menolak ..! Perlu diketahui tarif ojek online tersebut sudah kecil, Pemasukan mereka yang tidak seberapa yang tidak bisa memenuhi kebutuhan hidup mereka sehari-hari ditambah lagi dengan kenaikan tarif parkir ini ” .

Gusril juga menambahkan sebagai contoh saja mereka (ojol) mendapatkan orderan yang tarifnya 6000 dan di potong parkiran Rp.1000 ,bahkan sekali orderan mereka bisa membayar 2 kali parkir , tinggal Rp.4000,- yang mereka dapatkan.

“Nah ini mau dinaikkan lagi .Sekalipun pernyataan Kadishub Kota menyampaikan kenaikan tersebut berlaku untuk parkir khusus ,tetap saja itu memberatkan kami driver ojol ” .Tambahnya

Seperti di ketahui Tarif parkir khusus di Batam naik 100 persen. Dengan begitu, untuk parkir motor naik dari Rp 1 ribu menjadi Rp 2 ribu atau Rp 3 ribu dan parkir mobil dari Rp 2 ribu menjadi Rp 4 ribu atau Rp 5 ribu. Tarif ditentukan sesuai zonasi.

“Itu aturan baru, untuk dua jam pertama. Untuk parkir khusus di mal nanti ada rujukan turunannya melalui Perwako,” ujar Ketua Pansus Ranperda Perubahan atas tiga Perda tentang Pajak dan tiga Perda tentang Retribusi, Budi Mardianto, Jumat (21/1/2021).

Diakuinya sesuai keputusan, untuk dua jam pertama, parkir kendaraan mobil dikenakan tarif Rp 4 ribu sampai Rp 5 ribu. Nantinya disebut, angka pastinya akan disesuaikan dengan fasilitas zonasi itu berdsarkan SK Wali Kota atau Perwako untuk menentukan tarifnya dua jam pertama.

Selain itu, dalam ranperda juga dilakukan perubahan terhadap aturan drop off. Jika sebelumnya, pada menit hingga 15 menit pertama tidak dipungut biaya, kali ini dikurangi.

“Drop off-nya juga berubah. Kemarin drop off-nya 15 menit sekarang 5 menit,” katanya.

Lalu untuk kendaraan roda dua atau motor, dikenakan tarif Rp 2 ribu untuk 2 jam pertama. Berikutnya, akan bertambah Rp 3 ribu atau lebih.

“Nanti akan ada sistem zonasi. Itu yang menentukan wali kota, dua jam pertama Rp 4 ribu sampai Rp 5 ribu paling tinggi,” bebernya.

Menurutnya, penentuan akan dilakukan Wali Kota Batam dengan memperhatikan zona parkir.

“Bisa saja Rp 4,5 ribu atau Rp 5 ribu kira-kira begitu. Wali Kota yang menentukan, apakah berdasarkan fasilitas tempat parkir itu dan tempat zonasi. Contoh Batuaji atau Tanjung Uncang tidak sama dengan di Nagoya, Grand Mall, gitu loh,” imbuhnya.

Pos terkait