Nurfadli Kibarkan Bendera PDAM Tirtanadi di Ketinggian 2982 MDPL 

  • Whatsapp

Pasaman,KPonline – Nurfadli namanya, beliau merupakan karyawan PDAM Tirtanadi Kota Medan yang sudah bekerja di PDAM Tirta nadi sejak tahun 1997.

Atas kecintaannya terhadap kelestarian alam, Nurfadli yang hampir genap berusia 45 tahun ini juga kerap melakukan pendakian gunung di berbagai daerah yang ada di Indonesia.

Bacaan Lainnya

Kali ini, bersama team Media Perdjoeangan Sumut (MP SUMUT) dan Jaringan Pemerhati lingkungan dan Kegiatan Alam (JAKA) mampu menaklukan Gunung OPHIR (Atap Sumbar) atau Gunung TALAMAU yang berada di Desa Pinagar Kabupaten Pasaman Provinsi Sumatera Barat.

Berdasarkan pengalaaman-pengalaman pendakian atas gunung-gunung yang sudah di tahlukannya, Nurfadli yang juga memiliki kegemaran menulis ini menjadi Lider dalam pendakian yang memakan waktu sampai dengan empat hari itu.

Dalam perjalanan pendakian, Nurfadli juga melakukan penelitian-penelitian terhadap penemuan-penemuan flora dan fauna yang baru ditemukannya di sepanjang perjalanan pendakian.

Tiba di puncak dihari ke empat tepat pada pukul 12:15 wib, Nurfadli juga menyempatkan memberi pengetahuan kepada teman-teman yang ikut tentang pantangan-pantangan yang boleh di lakukan di atas ketinggian 2982 MDPL sebagai penghormatan kepada alam semesta dan penciptanya.

“Jangan bersuara keras agar awan tidak menurunkan hujan, cobala menghargai setiap apa yang kita lihat maupun yang tak terlihat. Ucapkan salam sebagai pemberitahuan kepada semesta tanda bahwa kita telah tiba” ucapnya berkali-kali mengingatkan rekan-rekan pendaki yang ikut bersama beliau.

Setibanya di basecamp yang merupakan kediaman dari saudara Andrianto Anggara selaku pengelola Gunung Talamau, Nurfadli juga membuka kulia tentang aturan-aturan yang yang harus di jalankan oleh para pengelolah gunung tersebut.

Mulai dari pelestarian Flora dan Fauna sampai dengan menganjurkan para pengelolah untuk mengangkat Taman Wisata Gunung Talamau tersebut menjadi Taman Wisata berskala Nasional, melakukan penulisan-penulisan artikel sebagai alat kita untuk mensosialisasikan penting dan kayanya Gunung Talamau.

“Gunung Talamau ini sangat kaya, kalau tidak kita yang menjaga dan melestarikannya lalu siapa lagi. Lakukanlah kampanye melalui sosialisasi kepada masyarakat dan tulisan-tulisan tentang pentingnya hutan bagi kehidupan manusia. Sosialisasikan kepada masyarakat dan pengunjung agar menghormatinya selaras dengan kita menghormati penciptanya. Itu sangat penting, harus dilaksanakan segera, sebarkan kepedulian kita kepada mereka”tegas Nurfadli yang biasa di sapa papa ini menutup kulia malam itu.

Usia yang tidak muda lagi, Nurfadli seakan mengajarkan kita bahwa muda kanlah hidupmu untuk kehidupan orang banyak, jika tidak bisa membuat janganlah merusaknya.

Pos terkait