Nasib Buruh Outsourcing PLN di Tengah Suksesnya Asian Games

Bekasi, KPonline – Pesta olah raga internasional tingkat negara-negara Asia, Asian Games sudah ditutup pada hari Ahad 2 September 2018 berakhir. Acara yang spektakuler itu konon memakan biaya yang tidak sedikit. Tetapi apalah artinya biaya, dibandingkan dengan kebanggaan kita sebagai bangsa.

Di balik acara yang megah yang dilakukan pada malam hari dengan menampilkan pencahayaan yang gemerlap dan mewah ada pekerja OS PLN yang ikut terlibat bahkan mulai sibuk beberapa hari sebelum Asian Games dibuka resmi.

Para pekerja OS PLN yang disiagakan adalah bagian teknik di antaranya Pasukan Yantek (Pelayanan Teknik), Operator Gardu Induk dan Operator Pembangkit. Untuk Pasukan Yantek ada yang dijadwalkan khusus untuk siaga di gardu listrik tempat para atlet menginap.

Kemudian berakhirnya Asian Games dengan acara penutupan yang juga meriah namun diselipkan pidato Presiden di tengah-tengah warga korban gempa Lombok, Nusa Tenggara Barat dengan pencahayaan yang seadanya.

Di sana ada pekerja OS PLN yang terus bekerja agar energi listrik bagi warga Lombok bisa kembali normal. Ini hal yang wajar jika ada pejabat besar negara apalagi setingkat Presiden pasti siaga kelistrikan PLN semakin ditingkatkan dengan juga melibatkan para pekerja OS PLN mulai dari titik titik manuver pengalihan sumber suplai energi listrik, Gardu Induk dan Gardu Pembangkit Listrik hingga panel kecil sampai genset sebagai alternatif.

Namun apa yang didapat oleh para pekerja OS PLN yang ikut andil dalam acara Asian Games?

Pekerja OS PLN masih banyak yang mengeluhkan kesejahteraan. Jangankan berupa bonus, tunjangan atau sekedar uang saku yang mereka terima, upah mereka setiap bulan saja dipotong oleh vendor dengan alasan kinerja perusahaan tidak mencapai target.

Salah seorang petugas Yantek Bekasi ketika ditanya masalah tunjangan menceritakan, “Tunjangan Hari Raya (THR) lebaran (Idul Fitri) yang kemaren aja kena potong karena kena SLA.”

Seharusnya Pemerintah melalui PLN memperhatikan kesejahteraan para pekerja OS PLN yang telah banyak berkorban demi kelancaran dan suksesnya acara Asian Games. Apalagi PLN sudah menggelontorkan biaya hingga Rp. 42,5 miliar rupiah untuk kesuksesan Asian Games.