Bukan tentang seberapa jauh perjalanan ditempuh, bukan pula tentang seberapa keras pekikan suara perjuangan diteriakkan. Solidaritas sejati adalah ketika kaki tetap melangkah dengan hati yang tetap teguh karena ada saudara seperjuangan yang harus ditemui.
Purwakarta, KPonline-Malam tidak selalu menjadi alasan untuk berhenti. Gelap tidak selalu berarti kehilangan arah. Sebab bagi mereka yang memahami arti persaudaraan dalam perjuangan, ada panggilan yang jauh lebih kuat daripada rasa lelah, dinginnya malam, ataupun beratnya perjalanan.
Itulah potret perjalanan Garda Metal Federasi Serikat Pekerja Metal Indonesia (FSPMI) Purwakarta yang bertolak menuju Cianjur dengan mengandalkan mobil komando (Mokom) bernama Si Jalu.
Perjalanan kali ini bukan sekadar perpindahan dari satu daerah ke daerah lain. Ada cerita tentang kesetiakawanan, ada makna tentang persaudaraan, dan ada pesan yang jauh lebih dalam mengenai arti solidaritas dalam sebuah gerakan perjuangan.
Menyusuri jalan alternatif di tengah malam, Si Jalu bersama rombongan harus melewati jalur yang tidak mudah. Jalanan gelap gulita, tanjakan dan turunan silih berganti, sementara disisi kiri dan kanan jalan terbentang jurang yang seolah mengingatkan bahwa perjalanan ini membutuhkan kewaspadaan dan keberanian.
Dipimpin Kadir Sulistiyanto sebagai Presiden Mokom Si Jalu, dan Sekretaris Garda Metal FSPMI Pimpinan Unit Kerja (PUK) Serikat Pekerja Automotif Mesin dan Komponen (SPAMK) FSPMI PT. Hino Motors Manufacturing Indonesia, Mereka (Garda Metal FSPMI Purwakarta) melintasi kawasan Waduk Cirata.
Di tengah kesunyian malam, ketika sebagian kaum buruh telah terlelap dalam kenyamanan rumah, rombongan Garda Metal justru masih berada di perjalanan. Cahaya lampu kendaraan menjadi teman sepanjang jalan, sementara suara mesin mobil Si Jalu seakan menjadi irama yang mengiringi langkah persaudaraan.
Tidak ada kemewahan dalam perjalanan itu. Tidak ada karpet merah yang menyambut. Hanya jalanan berliku, gelapnya malam, dan tekad untuk tetap berjalan bersama.
Namun, justru disitulah makna solidaritas menemukan bentuknya.
Solidaritas bukan sekadar tulisan yang terpampang di spanduk. Bukan pula sebatas pekikan semangat ketika berada di tengah kerumunan massa. Solidaritas adalah kesediaan untuk hadir ketika dibutuhkan, meluangkan waktu ketika orang lain membutuhkan dukungan, serta rela menempuh perjalanan panjang demi menjaga ikatan persaudaraan.
Bagi Garda Metal, nilai-nilai itu bukan sekadar teori yang dibicarakan dalam forum organisasi. Nilai tersebut harus hidup dalam tindakan nyata.
Sebab organisasi bukan hanya tentang struktur, jabatan, ataupun nama yang tercantum dalam kepengurusan. Organisasi adalah tentang manusia yang saling menguatkan, tentang tangan yang saling menggenggam, dan tentang kesediaan untuk tidak membiarkan saudara seperjuangan berjalan sendirian.
Sebagaimana semangat kemanusiaan yang ditegaskan dalam sila kedua Pancasila, kepedulian tidak cukup berhenti sebagai rasa simpati. Ia harus diwujudkan melalui tindakan nyata.
Malam Senin 1 November 2026, perjalanan dari Purwakarta menuju Cianjur menjadi sebuah referensi bahwa jarak geografis tidak seharusnya menjadi batas bagi persaudaraan.
Boleh jadi jalan yang dilalui gelap, tetapi semangat mereka tidak boleh ikut padam. Boleh jadi perjalanan terasa melelahkan, tetapi rasa persaudaraan membuat langkah tetap bertahan.
Karena pada akhirnya, solidaritas bukan tentang siapa yang paling dekat ketika keadaan mudah, melainkan siapa yang tetap datang ketika perjalanan menjadi sulit.
Si Jalu yang dikemudikan Suhendar (Acil) mungkin hanya sebuah mobil komando. Namun, dibalik deru mesinnya, ada pesan yang jauh lebih besar bahwa perjuangan tidak mengenal batas wilayah, persaudaraan tidak mengenal sekat daerah, dan kesetiakawanan tidak boleh berhenti hanya karena jarak.
Dari Purwakarta menuju Cianjur, Garda Metal membawa lebih dari sekadar kendaraan dan rombongan. Mereka membawa nilai yang selama ini menjadi napas gerakan buruh FSPMI: “Solidarity Forever”. Dan pukul 23.00 WIB, Garda Metal FSPMI Purwakarta tiba di Kantor Konsulat Cabang FSPMI Cianjur.
Sebab sejatinya, kita tidak pernah benar-benar kuat karena berjalan paling depan sendirian. Kita menjadi kuat karena selalu ada saudara yang bersedia berjalan di samping kita.
Untuk diketahui, Garda Metal FSPMI Purwakarta rencananya akan mengikuti aksi unjuk rasa di Kabupaten Cianjur pada Senin, 2 November 2026. Dimana, Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) FSPMI Jawa Barat yang menginstruksikan jajaran FSPMI Jawa Barat untuk hadir dalam aksi di Kantor Pemerintahan Kabupaten Cianjur atas dugaan permasalahan Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) sepihak yang dialami oleh Pimpinan Unit Kerja (PUK) Serikat Pekerja Aneka Industri (SPAI) di Kabupaten tersebut.
Lokasi aksi akan dilakukan di Gedung Pemerintahan Kabupaten Cianjur, Jawa Barat dengan tuntutan: “Tindak tegas pengusaha yang melakukan pelanggaran normatif terhadap hukum ketenagakerjaan yang berlaku”.



