Jelang Aksi Pengawalan Upah 2027 di Gedung Sate, Fuad BM Instruksikan Buruh FSPMI Purwakarta Aksi Unjuk Rasa Solidaritas ke Cianjur

Jelang Aksi Pengawalan Upah 2027 di Gedung Sate, Fuad BM Instruksikan Buruh FSPMI Purwakarta Aksi Unjuk Rasa Solidaritas ke Cianjur

Purwakarta, KPonline-Menjelang aksi serentak Federasi Serikat Pekerja Metal Indonesia (FSPMI) dalam mengawal penetapan Upah Minimum Tahun 2027 pada 5 November 2026 mendatang, Konsulat Cabang (KC) FSPMI Purwakarta mulai memicu semangat perjuangan.

Ketua Konsulat Cabang (KC) Federasi Serikat Pekerja Metal Indonesia (FSPMI) Purwakarta, Fuad BM, menginstruksikan anggota dan jajaran pengurus FSPMI Purwakarta untuk terlebih dahulu mengikuti aksi unjuk rasa di Kabupaten Cianjur pada Senin, 2 November 2026. Aksi tersebut menjadi bagian dari pemanasan sebelum buruh kembali turun ke jalan menuju Gedung Sate, Bandung.

Bacaan Lainnya

Melalui pesan di grup WhatsApp pengurus FSPMI Purwakarta, Fuad BM menyampaikan instruksi singkat namun tegas.

“Siap tempur kita Gedung Sate hari Kamis …….. pemanasan Cianjur tanggal 2,” ujar Fuad BM.

Instruksi tersebut sejalan dengan surat DPW FSPMI Jawa Barat Nomor 090/DPW FSPMI/Jabar/X/2026 tentang Pemberitahuan Aksi Unjuk Rasa yang menginstruksikan jajaran FSPMI untuk hadir dalam aksi di Kantor Pemerintahan Kabupaten Cianjur.

Aksi dijadwalkan berlangsung pada:

– Hari/Tanggal: Senin, 2 November 2026

– Waktu: 10.00–18.00 WIB

– Lokasi: Gedung Pemerintahan Kabupaten Cianjur, Jawa Barat

– Titik kumpul: Kabupaten/Kota masing-masing menuju Pemkab Cianjur.

– Tuntutan: Tindak tegas pengusaha yang melakukan pelanggaran normatif terhadap hukum ketenagakerjaan yang berlaku.

Bagi Fuad BM, aksi di Cianjur bukan sekadar aksi solidaritas. Ini menjadi momentum membangun kesiapan, memperkuat barisan, dan memastikan soliditas anggota menjelang perjuangan pengupahan yang lebih besar.

Sebab, menurut Fuad, perjuangan upah tidak cukup hanya dengan menghitung angka di atas kertas. Ada suara jutaan buruh yang harus diperjuangkan, ada kebutuhan hidup yang terus meningkat, dan ada harapan keluarga pekerja yang menanti keputusan pemerintah.

“Cianjur menjadi pemanasan. Gedung Sate menjadi medan perjuangan berikutnya,” pungkasnya.

Pos terkait