Mardi Lestari Mantan Sprinter Indonesia Saat Ini Dalam Kondisi Sakit

  • Whatsapp

Medan, KPonline – Siapa yang tak kenal dengan Mardi Lestari mantan sprinter Nasional dan kebanggaan Sumatera Utara, Peraih Emas PON, Sea Games dan pemegang rekor Nasional 10, 20 detik sebelum dipecahkan oleh Suryo Agung.

Prestasi yang juga tak kalah mentereng adalah menjadi semifinalis Olimpiade Seoul Tahun 1988 yang mana waktu itu Mardi Lestari satu lintasan dengan Carl Lewis dan Calvin Smith, sprinter asal Amerika Serikat dan juga peraih Emas Olimpiade Seoul.

Ketika berlaga di semifinal Olimpiade tersebut Mardi Lestari berhasil memecahkan rekor nasional lari 100 meter 10, 32 yang dipegang selama 20 Tahun oleh Poernomo dengan catatan waktu 10,33.

Kini kondisinya dalam dua tahun terakhir mengalami sakit infeksi ginjal, infeksi kelenjar getah bening dan asam lambung akut. Dalam pengobatan nya beliau lebih banyak menggunakan pengobatan herbal.

Setelah sebelumnya hanya terbaring di rumah dan tidak bisa menggerakkan tubuhnya, kini Mardi Lestari sudah bisa beraktivitas walau belum sembuh benar. Adalah Irawati Moerid mantan petenis Nasional yang menemui beliau di kediamannya di Kota Binjai seperti yang dimuat pada laman Facebook Indra Effendi Rangkuti seorang pemerhati olahraga Sumatera Utara.

Menuturkan bahwa Mardi Lestari adalah teman satu pelatnas Sea Games dan silaturahmi selama ini masih terjalin walau hanya di grup WhatsApp antar sesama atlet nasional. Irawati Moerid juga menuturkan sedih melihat kondisi Mardi Lestari saat ini yang seolah dilupakan banyak orang, padahal prestasi nya mengharumkan nama Sumatera Utara dan juga Indonesia.

Menjadi Sprinter tercepat tanah air dan pemegang rekor nasional bahkan memecahkan rekor Asia yang ditorehkan oleh Li Tao sprinter asal China, nama Mardi Lestari seolah hilang dari ingatan publik, aktivitasnya pun tak banyak yang mengetahui dikarenakan jarangnya media yang mengekspose nya.

Kini Mardi Lestari masih tercatat sebagai pegawai Bank Sumut yang berkantor di Jl. Imam Bonjol Medan, dan tiap hari pulang pergi Medan Binjai.

Willy Erfan