Bekasi, KPonline – Aksi pencurian meteran Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) mulai meresahkan masyarakat. Sejumlah warga mengeluhkan hilangnya meteran air yang terpasang di depan rumah maupun bangunan mereka.
Pencurian tersebut tidak hanya menimbulkan kerugian bagi pemilik rumah, tetapi juga dapat mengganggu pelayanan dan distribusi air kepada pelanggan. Warga yang kehilangan meteran terpaksa harus melaporkan kejadian tersebut kepada pihak terkait untuk mendapatkan penanganan dan penggantian.
Maraknya kasus ini membuat masyarakat diminta meningkatkan kewaspadaan, terutama terhadap orang yang tidak dikenal dan aktivitas mencurigakan di wilayahnya.
Warga juga diimbau segera melapor kepada pihak PDAM maupun aparat kepolisian apabila menemukan adanya indikasi pencurian atau melihat seseorang yang mencurigakan di sekitarnya.
Masyarakat berharap pihak PDAM bersama aparat keamanan dapat meningkatkan pengawasan dan mengambil langkah pencegahan agar aksi pencurian meteran tidak terus berulang.
“Jangan dibiarkan. Kalau ada orang yang mencurigakan memeriksa atau membuka meteran tanpa identitas dan kepentingan yang jelas, sebaiknya segera ditanyakan dan dilaporkan,” ujar Amin salah seorang warga dan korban kehilangan meteran air, Rabu (19/8/2026).
Informasi yang dihimpun koran perdjoeangan di wilayah Asri Pratama 4 warga kehilangan meteran air PDAM dalam semalam dan di perumahan Jaya Sampurna Residence serta kongsi Hill terdata ada 6 meteran raib digondol maling.
Warga berharap persoalan ini mendapat perhatian serius sehingga keamanan aset pelanggan maupun fasilitas jaringan air dapat lebih terjamin. (Yanto)