Longmarch Dari Simpang Lima, Buruh Gemborkan Minta Upah Minimum Naik 13 Persen

Semarang, KPonline – Masa aksi buruh yang ternaung dalam Partai Buruh dan KSPI Jawa Tengah melakukan aksi Longmarch sebagai bagian dari rentetan aksi menolak kenaikan BBM, Selasa (6/9/2022).

Terpantau oleh redaksi, masa aksi melakukan longmarch dari Simpang Lima hingga berhenti tepat di depan kantor DPRD Provinsj Jawa Tengah.

Bersamaan dengan longmarch, orasi terus mereka lakukan karena mereka kecewa dengan pemerintah terhadap dinaikkannya BBM bersubsidi seperti Pertalite, Solar hingga Pertamax.

Saat ini Pertalite berada pada harga Rp 10.000,-/liter, Solar pada harga Rp 6.800,-/liter dan Pertamax Rp 14.500,-/liter.

“Pemerintah saat ini telah gagal dalam mensejahterakan buruh, rakyat Indonesia dan negara. Imbas dari kenaikan harga BBM yang malambung tinggi akan diikuti kenaikan kebutuhan pokok yang tinggi pula,” penggalan orasi Aulia Hakim Exco Partai Buruh Provinsi Jawa Tengah.

Dia juga menggembor-gemborkan agar pemerintah menaikan upah minimum pekerja sebesar 13 persen supaya daya beli buruh, masyarakat ikut naik.

“Jika kondisi ini dibiarkan, BBM naik, inflasi naik dan upah minimum pekerja ditentukan lewat PP 36 tahun 2021 ambruk sudah perekonomian rakyat kecil, daya beli sudah pasti anjlok. Naikan upah minimum 13 persen, jangan pakai PP 36 tahun 2021 yang sudah jelas membuat upah minimum tidak ada kenaikan,” pungkasnya.

(Hariawan/Ded)