Jakarta, KPonline – Aksi konvoi ribuan buruh anggota KSPI dan FSPMI dari Gobel Bekasi menuju Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) Jakarta, Selasa (28/7/2026) diwarnai kisah perjuangan. Di tengah perjalanan pulang, kendaraan yang dikendarai salah satu peserta aksi mengalami mogok.
Meski sempat membuat arus konvoi terhenti beberapa saat, kejadian ini tidak sedikit pun menyurutkan semangat para buruh untuk tetap bergerak bersama.
Pantauan di lapangan, salah satu motor peserta konvoi harus didorong dan diperbaiki di bahu jalan Pantura. Ada juga yang kehabisan bensin karena terjebak kemacetan panjang selama aksi.
Alih-alih bubar, kawan-kawan sesama peserta justru saling membantu. Ada yang meminjamkan bensin, ada yang mendorong, dan ada yang bergantian membonceng.
“Motor saya mati di tengah jalan. Tapi masa iya semangat kita juga ikut mati? Kita jalan kaki bareng, dorong bareng. Ini bukti kalau perjuangan buruh itu bukan cuma di orasi, tapi juga di jalanan,” ujar Anwar, salah satu peserta konvoi dari Bekasi.
Ketua DPW FSPMI Jawa Barat, Supriyadi, mengapresiasi kekompakan di lapangan. Menurutnya, mogoknya motor adalah gambaran kecil dari perjuangan buruh selama ini.
“Ini konvoi penuh perjuangan. Kendaraan boleh mogok, tapi semangat kita tidak akan pernah mogok. Selama UMSK 2026 belum dijalankan, kita akan terus bergerak,” tegasnya dari atas mobil komando.
Konvoi akhirnya bisa kembali bergerak menuju Bekasi dengan tertib. Tidak ada korban, hanya ada cerita perjuangan baru yang menambah erat solidaritas antar buruh. (Yanto)