Bekasi, KPonline – PUK SPEE FSPMI PT Omron terus memperkuat organisasi melalui konsolidasi rutin yang digelar setiap bulan di wilayah berbeda. Kegiatan kali ini dilaksanakan di Perumahan Graha Ciantra Indah, Cikarang Selatan, Minggu (30/08/2026).
Memperkuat organisasi tidak cukup hanya dilakukan melalui rapat pengurus. Organisasi harus hadir di tengah anggota, mendengar aspirasi, memahami persoalan, serta memastikan komunikasi dan semangat perjuangan tetap terjaga.
Hal tersebut menjadi bagian dari strategi PUK SPEE FSPMI PT Omron dalam menjalankan konsolidasi rutin setiap bulan. Dengan lokasi yang berpindah dari satu wilayah ke wilayah lainnya, kegiatan ini menjadi ruang untuk mendekatkan organisasi kepada anggota sekaligus memperluas komunikasi.
Dalam kegiatan tersebut, berbagai persoalan yang berkaitan dengan kehidupan pekerja dibahas bersama. Mulai dari hak-hak normatif, upah, lembur, mutasi dan promosi, hingga persoalan hubungan industrial yang berpotensi dihadapi anggota.
Tidak hanya membahas persoalan yang sedang dihadapi, konsolidasi juga menjadi ruang untuk membicarakan langkah ke depan. Persiapan menghadapi masa pensiun hingga peluang membangun usaha turut menjadi perhatian sebagai bagian dari upaya organisasi mendorong kesejahteraan anggota secara berkelanjutan.
Ketua PUK SPEE FSPMI PT Omron, Jatmiko Nurkholis, menegaskan bahwa konsolidasi menjadi bagian penting dalam menjaga komunikasi dan kekompakan anggota.
“Organisasi tidak akan kuat tanpa komunikasi. Konsolidasi ini menjadi ruang untuk bertemu, menyampaikan persoalan, dan menyatukan langkah perjuangan,” ujarnya.
Sementara itu, Ketua Pelaksana konsolidasi, Ismiati, menekankan pentingnya menjaga persatuan dan kekompakan anggota.
“Kita harus tetap bersatu dan kompak. Karena dengan persatuan dan kekompakan, kita akan semakin kuat dalam menghadapi setiap persoalan, ” ujarnya.
Melalui konsolidasi yang dilakukan secara rutin dan berpindah-pindah lokasi, PUK SPEE FSPMI PT Omron berupaya memastikan komunikasi dengan anggota tetap terjaga. Perbedaan departemen, bagian, maupun wilayah kerja tidak menjadi sekat, karena seluruh anggota merupakan bagian dari satu keluarga besar dengan tujuan perjuangan yang sama.
Konsolidasi tidak hanya menjadi ruang diskusi, tetapi juga menjadi bagian dari upaya membangun kesadaran, memperkuat solidaritas, dan memastikan organisasi hadir di tengah anggota.
Dari satu wilayah ke wilayah lainnya, konsolidasi terus berjalan. Barisan diperkuat, komunikasi dijaga, dan langkah perjuangan disatukan. Ketika anggota bersatu, organisasi semakin kuat. Ketika barisan tetap solid, perjuangan akan terus berjalan. (Egi Dwi)