Komitmen Perjuangkan Kesejahteraan Pekerja, FSPMI Palas Diskusi Bareng Pengurus SPBun PTPN4 Sosa

  • Whatsapp

Padang Lawas, KPonline – Berkomitmen tinggi dalam memperjuangkan kesejahteraan dan hak-hak normatif pekerja dan Buruh Harian Lepas (BHL) yang menjadi anggotanya, Pengurus Konsulat Cabang Federasi Serikat Pekerja Metal Indonesia (KC FSPMI) Kabupaten Padang Lawas (Palas), diskusi bareng Pengurus Serikat Pekerja Perkebunan (SPBun) PTPN4 Sosa, berlokasi di Kecamatan Hutaraja Tinggi (Huragi), Kabupaten Palas.

Diskusi bertajuk perjuangan hak-hak normatif pekerja dan BHL, Ketua KC FSPMI Kabupaten Palas, Maulana Syafi’i, SHI, berdiskusi intens dengan Ketua SPBun PTPN4 Sosa, Iden Purba, bertempat di Kantin PKS PTPN4 Sosa, Sabtu (06/06/2020).

Bacaan Lainnya

“Kami meyakini, bahwa sistem hubungan kerja dan hubungan industrial di lingkungan perusahaan PTPN4 Sosa dengan para pekerjanya, sudah memiliki standarisasi nilai-nilai kemanusiaan dan HAM. Oleh karenanya, kami dari FSPMI bermaksud berdiskusi dengan pengurus SPBun PTPN4 Sosa,” sebutnya.

Tujuan dari kegiatan diskusi ini, lanjutnya, untuk mendapatkan barometrr atau acuan bagi para pekerja dan BHL yang bekerja di lingkungan perusahaan perkebunan kelapa sawit yang tersebar di daerah Kabupaten Palas, untuk diperjuangkan kesejahteraan dan hak-hak normatifnya sesuai aturan UU No. 13 tahun 2003 tentang Ketenagakerjaan.

Menyikapi hal ini, Ketua SPBun PTPN4 Sosa, Iden Purba menyambut baik, niat Pengurus KC FSPMI Palas yang melakukan diskusi, dalam rangka memperjuangkan kesejahteraan dan hak-hak normatif pekerja dan BHL yang menjadi anggota FSPMI Palas.

“Dalam catatan sejarahnya, sejak sekitar tahun 2000, SPBun PTPN4 Sosa sudah memiliki Perjanjian Kerja Bersama (PKB) dengan manajemen perusahaan. Karena sejatinya, hakikat dari tujuang karyawan dan pekerja membentuk serikat pekerja adalah untuk mewujudkan PKB,” ujar Iden.

PKB, menurut Iden, merupakan aturan-aturan baku yang disusun bersama antara serikat pekerja SPBun PTPN4 Sosa dengan pihak manajemen, yang memuat tentang hak dan kewajiban para masing-masing pihak pekerja dan perusahaan, yang memperjuangkan kesejahteraan pekerjanya di atas aturan dan ketentuan hukum UU Ketenagkerjaan.

“Beberapa point penting yang dimuat dalam PKB antara lain, hubungan kerja, hari kerja dan jam kerja, pembebasan dari kewajiban untuk bekerja, golongan pengupahan tunjangan dan santunan, perawatan kesehatan dan pengobatan, K3 serta perlengkapannya, Jamsostek, pembinaan keahlian dan keterampilan serta bantuan pendidikan,” ucapnya.

Dalam PKB, tambahnya, juga diatur tentang ketentuan tata tertib, PPHI, PHK dan pemberhentian, masa berlakunya PKB, serta memuat ketentuan umum tentang PKB itu sendiri.

“PKB yang ada di SPBun PTPN4, tentunya berbeda dengan peraturan perusahaan. Akan tetapi, peraturan perusahaan yang diterbitkan oleh pihak manajemen PTPN4, sebelumnya harus didiskusikan bersama dengan pengurus SPBun,” terangnya.

Jikalau dalam satu peristiwa, kata dia lagi, pekerja harus bekerja di hari libur dan hal tersebut tidak diatur dalam peraturan perusahaan, maka pihak manajemen terlebih dahulu menyurati pengurus SPBun, untuk meminta ijin pekerja anggota SPBun dapat bekerja di hari libur, dalam rangka memenuhi produktifitas perusahaan dan meningkatkan penghasilan para pekerja anggota SPBun. (Maulana Syafii)

Pos terkait