Ketua Umum PP SPLP FSPMI Apresiasi Family Gathering Morowali dan Refreshing Course Tangerang

Ketua Umum PP SPLP FSPMI Apresiasi Family Gathering Morowali dan Refreshing Course Tangerang

Jakarta, KPonline – Ketua Umum Pimpinan Pusat Serikat Pekerja Logam dan Pertambangan Federasi Serikat Pekerja Metal Indonesia (PP SPLP FSPMI) Supriyanto memberikan apresiasi tinggi atas pelaksanaan dua kegiatan besar yang digelar serentak oleh jajaran SPLP FSPMI.

Family Gathering & Outbound PUK SPLP FSPMI Morowali yang digelar 20-21 Juni 2026, Pulau Langala Kurisa Morowali dengan tema “Solidaritas Tanpa Batas Kebersamaan Tanpa Sekat”, kegiatan ini jadi ajang lepas penat sekaligus nguatin soliditas. Ratusan anggota dari berbagai PUK se-Kawasan IMIP Morowali ngumpul, main outbound, lomba tarik tambang, balap karung, sampe sharing bareng keluarga.

“Morowali nunjukin bahwa setelah capek berjuang di meja perundingan, kita juga butuh ruang buat ketawa bareng keluarga. Solid itu nggak cuma di pabrik, tapi juga di tenda, di pantai, di tawa anak-anak,” ujar Supriyanto.

Di tanggal sama, SPLP FSPMI Tangerang juga menggelar Refreshing Course di Cikalumpang Tangerang dengan tema Stronger Together Great Impact Konsepnya beda tapi tujuannya sama yaitu isi ulang energi dan isi ulang ilmu. Kawan-kawan Tangerang dapat pembekalan dan penguatan militansi organisasi

“Kegiatan Tangerang ini penting. Refreshing course artinya kita refreshing badan, tapi otak dan semangat organisasinya juga di-charge. Biar balik ke pabrik lebih paham arah perjuangan,” tambah Supriyanto.

Menurut Supriyanto, dua kegiatan ini jadi bukti SPLP FSPMI nggak cuma jago aksi dan negosiasi. Tapi juga jago ngerawat manusia di dalamnya.

“Saya apresiasi PUK SPLP FSPMI Morowali dan SPLP FSPMI Tangerang. Kalian kasih contoh, berjuang itu harus, tapi menjaga kekompakan dan kesehatan mental anggota juga wajib. Serikat yang kuat lahir dari anggota yang waras dan kompak,” tegasnya.

Kepada koran perdjoeangan, Supriyanto mengatakan bahwa ia berharap model kegiatan seperti ini jadi inspirasi PUK-PUK lain.

“Kerja keras iya, tapi keluarga jangan dilupain. Konsolidasi iya, tapi bahagia bareng juga penting,” kata Supriyanto.

Di tengah isu PHK, efisiensi, dan negosiasi PKB 2026 yang makin ketat, Supriyanto mengingatkan bahwa tali perjuangan itu berat.

“Makanya kita harus ganti-gantian nariknya. Kadang di pabrik, kadang di meja runding, kadang di lapangan outbound bareng keluarga. Selama genggamannya nggak lepas, kita pasti menang,” pungkas Supriyanto. (Yanto)