Jakarta, KPonline – Divisi Aksi Nasional FSPMI, Rifqi Mubarok, menegaskan bahwa keberhasilan Federasi Serikat Pekerja Metal Indonesia (FSPMI) bukanlah hasil kerja individu, melainkan buah dari kerja kolektif, solidaritas, dan keterlibatan seluruh anggota dalam menjalankan roda organisasi.
Hal tersebut disampaikan Rifqi Mubarok dalam sambutan penutup Konsolidasi Tiga Pilar FSPMI DKI Jakarta yang berlangsung di Sekretariat PUK SPDT FSPMI PT Transportasi Jakarta, Sabtu (24/10/2026).
Dalam sambutannya, Barok menyoroti peran penting Garda Metal, Jamkeswatch, dan Media Perdjoeangan dalam menopang perjuangan organisasi di DKI Jakarta. Menurutnya, capaian yang selama ini diraih masing-masing pilar tidak terlepas dari kerja bersama seluruh anggota dan perangkat organisasi.
“Ketika hebat, bukan hebat individu, tapi hebat kelompoknya, hebat lembaganya,” tegas Rifqi Mubarok.
Ia mencontohkan Garda Metal FSPMI DKI Jakarta yang konsisten terlibat dalam berbagai aksi perjuangan, baik di tingkat daerah maupun nasional. Keterlibatan tersebut, menurutnya, merupakan hasil kerja keras, partisipasi, solidaritas, dan semangat juang seluruh anggota.
Rifqi Mubarok juga menyoroti peran Jamkeswatch DKI Jakarta dalam membantu masyarakat yang menghadapi persoalan jaminan kesehatan, termasuk memberikan advokasi dan pendampingan kepada masyarakat dari daerah yang membutuhkan bantuan ketika berada di Jakarta.
Sementara itu, Media Perdjoeangan DKI Jakarta dinilai terus konsisten mengabarkan berbagai perjuangan kaum buruh. Konsistensi tersebut menjadi bukti bahwa kerja organisasi yang kuat dibangun melalui kolaborasi, bukan semata-mata bergantung pada figur tertentu.
Dalam kesempatan tersebut, Barok turut menyinggung pentingnya keikhlasan dalam menjalankan perjuangan organisasi. Ia menyampaikan bahwa waktu akan membuktikan siapa yang benar-benar mengabdikan diri untuk FSPMI dan siapa yang menjadikan organisasi sebagai sarana kepentingan pribadi.
Menurutnya, jabatan tidak boleh menjadi satu-satunya ukuran pengabdian seseorang terhadap organisasi. Komitmen harus dibuktikan melalui kerja nyata, konsistensi, dan kesediaan untuk terus berjuang bersama anggota.
Rifqi Mubarok juga mengingatkan peserta konsolidasi agar tidak mudah terjebak dalam konflik internal, fitnah, maupun upaya saling menjatuhkan yang justru dapat melemahkan kekuatan organisasi.
Ia mengajak seluruh unsur FSPMI untuk tetap fokus menjalankan program kerja dan memperkuat komunikasi apabila menghadapi persoalan.
“Ketika fitnah disebarkan, kawan-kawan fokus kepada kerja nyata. Dukung program-program organisasi. Jika ada hambatan, tantangan, atau masalah, hadapi dan diskusikan melalui koordinasi dan komunikasi,” demikian pesan Barok dalam sambutannya.
Barok menegaskan bahwa seluruh unsur FSPMI merupakan satu kesatuan yang memiliki fungsi masing-masing dalam mendukung perjuangan buruh. Garda Metal, Jamkeswatch, Media Perdjoeangan, serta perangkat dan anggota organisasi harus saling menguatkan, bukan justru berhadapan satu sama lain.
Ia juga mendorong seluruh anggota untuk turun langsung ke basis, membangun komunikasi dengan anggota, serta memastikan program kerja organisasi berjalan dan memberikan manfaat nyata.
Menurutnya, dinamika yang terjadi tidak boleh membuat anggota kehilangan konsentrasi terhadap cita-cita dan keputusan organisasi.
Pesan tersebut menjadi penting di tengah berbagai tantangan yang dihadapi organisasi. Soliditas tidak cukup hanya disampaikan dalam forum konsolidasi, tetapi harus diwujudkan melalui tindakan, koordinasi, dan komitmen bersama.
Konsolidasi Tiga Pilar FSPMI DKI Jakarta pun menjadi momentum untuk memperkuat kembali sinergi antara Garda Metal, Jamkeswatch, dan Media Perdjoeangan dalam mengawal perjuangan kaum buruh.
Menutup sambutannya, Barok menegaskan bahwa kebesaran FSPMI tidak ditentukan oleh satu atau dua orang. Organisasi akan tetap kuat selama seluruh anggotanya menjaga persatuan, bekerja secara kolektif, dan tidak meninggalkan tujuan utama perjuangan.
Bagi FSPMI, yang terpenting bukan siapa yang paling menonjol, melainkan seberapa besar kontribusi bersama dalam menjaga organisasi dan memenangkan perjuangan buruh. (Doni)