Kawali Bekasi Raya : Ekploitasi Air Tanah Oleh Industri Sudah Mengkhawatirkan

Bekasi, KPonline – Kabupaten Bekasi sebagai Kawasan Industri terbesar se-Asia Tenggara tentunya membutuhkan air yang sangat luar biasa besar. Namun dari sekian banyak perusahaan yang ada diduga sangat banyak yang menggunakan air tanah sebagai bahan dasar produksi.

Kawali Bekasi Raya (KBR) sebagai organisasi penggiat lingkungan hidup mengkhawatirkan situasi ini akan berdampak buruk. KBR mengkhawatirkan eksploitasi air tanah berdampak pada penurunan permukaan tanah dan kekeringan.

Ketua KBR Yopi Oktavianto dalam keterangan persnya pada Jum’at (17/06/2022) mengatakan ada belasan pabrik yang melakukan ekploitasi air tanah. Semestinya, perusahaan-perusahaan tersebut menggunakan air diatas permukaan.

Pemerintah Kabupaten Bekasi harus menindak tegas perusahaan-perusahaan nakal yang merusak keseimbangan lingkungan. Dan mengarahkan untuk menggunkan air tanah ada kapasitas karena atas maksimumnya, sehingga penggunaan air tanah bisa terkontrol untuk menghindari air tanah dikuras habis tanpa ada pengendalian.

“Bekasi ini Kota Industri, baik itu industri rumahan maupun pabrikan, pasti mereka menggunakan air untuk kebutuhan komersilnya. Hasil investigasi kami, diduga ada 17 perusahaan yang melakukan eksploitasi air tanah yang digunakan untuk produksi,” ujar Yopi.

Selain itu, Yopi juga menegaskan bahwa Bekasi sudah dalam keadaan kritis air. Karena industri-industri di Kabupaten Bekasi yang menggunakan air tanah secara besar-besaran. Polanya dengan memanfaatkan izin yang ada dengan memperluas pengeboran, misalnya, dari satu sumur bor yang diizinkan menjadi lima sumur bor.

“Mereka menggunakan prinsip “darmaji”, dahar lima ngaku hiji (yang diizinkan satu tapi pada kenyataannya mempunyai lima) atau bahkan lebih. Dari disitulah kami meminta agar perusahaan yang melakukan hal seperti itu segera menghentikannya, karena akan merusak air tanah di wilayah tersebut dan sebaiknya menggunaan air diatas permukaan, Itu jelas dapat meningkatkan Pendapatan daerah, selain dari pada itu pemerintah seharusnya melakukan pemantauan, pengendalian dan pengawasan terhadap perusahaan yang menggunakan air tanah di Kabupaten Bekasi, jika terbukti melakukan pelanggaran cabut izinnya dan berikan sanksi pidana sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan,” terang Yopi.

Ekploitasi air tanah ini jelas melanggar Undang-undang Nomor 17 tahun 2019 TENTANG SUMBER DAYA AIR dan Perda Kabupaten Bekasi nomor 1 tahun 2012 TENTANG PENGELOLAAN AIR TANAH. Seharusnya pengusaha pemilik industri berpartisipasi untuk memelihara keberadaan air tanah tersebut sebagai sumber daya air, agar kelestarian sumber daya alam dan lingkungan hidup tetap dapat berlangsung sesuai tuntutan pembangunan yang berkelanjutan.

Penulis: Deddy Chandra
Foto: Dokumentasi KBR