Ini Pidato Anies Baswedan Dalam Deklarasi Dukungan Koalisi Buruh Jakarta

  • Whatsapp
Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan dan Ketua DPW FSPMI DKI Jakarta Winarso sedang memberikan keterakan kepada wartawan. | Kahar S. Cahyono

Jakarta, KPonline – Kita ingin Jakarta maju. Tidak hanya maju kotanya, tetapi juga maju warganya. Setiap warga merasakan kebahagiaan dan kesejahteraan.

Dari awal sudah kita canangkan, bahwa Jakarta tidak cukup hanya dengan gedung-gedung tinggi, dan rumah-rumah megah. Di balik itu semua, yang lebih penting adalah kebahagiaan warga yang ditopang kesejahteraan.

Saya ingin sampaikan, sebelum ini saya berkunjung ke pelosok-pelosok tanahh air. Kami mendatangkan anak-anak muda bangsa ini ke pelosok-pelosok tananh air.

Kami datang kesana. Mendatangi kampung-kampung yang lokasinya jauh dari Jakarta. Di kampung-kampung ini, kita menemukan suasana kemiskinan. Jauh dari Jakarta. Tidak ada sinyal, tidak ada aliran listrik, yang ada adalah keterbelakangan.

Saya datang ke tempat-tempat itu, teman-teman semua.

Ketika saya bertugas mejadi calon Gubernur, saya mendapat kesempatan untuk berkeliling mendatangi berbagai tempat di Jakarta. Saya melihat, di Jakarta, jutsru masih kemiskinan.

Kemiskinan dalam ketidakpastian, kemiskinan dalam ketimpangan, kemiskinan dalam kesendirian. Karena itu, kita akan cukupkan kemiskinan yang ada di Jakarta.

Yang kita inginkan di Jakarta bukan sekedar angka kesejahteraan bagi semua, tetapi juga keadilan. Bahwa kesejahteraan itu penting, tidak bisa kita pungkiri. Tetapi kita ingin kesejahteraan itu menjadi milik semua. Kita harus maju bersama. Jangan sampai yang merasakan kemajuan hanya sekelompok orang.

Kita ingin warga di Jakarta mendapatkan upah yang lebih tinggi dari daerah sekitar.

Semua orang tahu bahwa biaya hidup di Jakarta lebih tinggi.

Jakarta harus maju bersama. Itulah sebabnya, kita menggaris bawahi betul, bahwa di Jakarta kesempatan kerja harus terbuka pada semua dan mereka yang bekerja harus mendapaykan nupat yang layak dan adil seahingga beisa merasakan kesejahteraan.

Kita semua percaya, bahwa ketika bicara tentang keadilan, itu artinya kita bicara untuk semua. Kita ingin menghadirkan keadilan di Jakarta. Dan itu artinya kita duduk bersama-sama.

Kami ingin nantinya pemerintah daerah DKI Jakarta tidak bekerja dalam kesendirian. Kita akan bekerja bersama-sama. Keputusan yang kita buat dari aspirasi warga yang selama ini sering tidak didengar oleh pemerintah. Kita merasa paling tahu, padahal warga lah yang paling tahu tentang apa yang mereka inginkan.

Jika kemudian Koalisi Buruh Jakarta menginginkan kami melakukan kontrak politik, maka hal itu adalah bagian dari perjuangan. Kami tidak akan gentar. Kami siap membangun Jakarta bersama-sama.

Ketika saya dan bang Sandi ditugaskan menjadi pasangan calon Gubernur DKI Jakarta, saya melihat ini adalah tugas besar. Karena tugas kami adalah mengubah Jakarta menjadi lebih baik. Bukan sekedar menjadi Gubernur.

Kebutuhan masyarakat mencakup sandang, pangan, dan papaan. Tidak masuk akal jika di Jakarta papannya kontrak seumur hidup. Sudah ngontrak, digusur pula.

Tapi itu semua tidak bisa dijalankan dengan pidato. Itu harus diwujudkan melalui perjuangan. Untuk menjalankan itu semua, kita akan berhadapan dengan semua kepentingan. Tetapi kita pastikan, kepentingan kita hanya satu: menghadirkan kepentingan bagi seluruh warga Jakarta.

Dengan kata lain, kita ingin mewujudkan sila kelima. Keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia. Dalam konteks ini adalah, keadilan bagi seluruh masyarakat DKI Jakarta.