Tangerang, KPonline-Kekuatan buruh tidak hanya ditentukan oleh jumlah anggota, tetapi juga oleh kekompakan, solidaritas, dan keberanian untuk berserikat. Ribuan pekerja bisa kehilangan daya tawar ketika berjalan sendiri-sendiri, sementara segelintir orang mampu menguasai keadaan karena bergerak secara terorganisasi.
Pesan tersebut mengemuka dalam sambutan Ketua DPRD Kota Tangerang, Saiful Milah di kegiatan Inauguration Pengurus dan Anggota Media Perdjoeangan serta Jamkeswatch FSPMI Tangerang Raya yang diselenggarakan di Rumah Makan Remaja Kuring, Tangerang, Minggu (18/10/2026).
Ia mencontohkan kondisi para pengemudi angkutan yang jumlahnya mencapai ratusan orang di setiap trayek. Namun, besarnya jumlah tersebut tidak serta-merta menjamin kekuatan mereka ketika tidak memiliki persatuan.
“Setiap trayek ratusan pengemudi, tetapi kalah dengan tiga orang preman. Kuncinya tidak ada kekompakan,” ungkapnya.
Kata Saiful, persoalan utama bukan semata-mata jumlah orang, melainkan lemahnya kepedulian dan ikatan kekeluargaan diantara sesama pengemudi. Ketika setiap orang hanya memikirkan kepentingannya sendiri, kekuatan bersama menjadi mudah dilemahkan.
Berkaca dari itu, ia menilai pentingnya pekerja bergabung dalam serikat. Melalui serikat pekerja, kepentingan yang semula diperjuangkan secara individual dapat disatukan menjadi kekuatan kolektif yang lebih terorganisasi.
Ia juga menyoroti kondisi pekerja di lingkungan perusahaan. Menurutnya, keberadaan serikat pekerja memiliki arti penting dalam menjaga keseimbangan hubungan industrial dan melindungi hak-hak pekerja.
Ia mengungkapkan bahwa dalam praktiknya, tidak semua perusahaan memberikan ruang yang mudah bagi tumbuhnya organisasi pekerja. Bahkan, ia menyinggung adanya situasi ketika pekerja yang peduli terhadap pembentukan serikat justru menghadapi tekanan atau dikeluarkan dari perusahaan.
Situasi tersebut menjadi pengingat bahwa kebebasan berserikat bukan sekadar formalitas, melainkan hak yang harus dihormati dan dilindungi.
Dalam konteks itu, ia mengapresiasi perkembangan Federasi Serikat Pekerja Metal Indonesia (FSPMI) yang terus membangun kekuatan organisasi melalui struktur serikat hingga tingkat Pimpinan Unit Kerja (PUK).
Ia menilai keberadaan pengurus serikat di tingkat perusahaan menjadi bagian penting untuk membangun solidaritas, memperjuangkan kepentingan pekerja, serta mendorong terciptanya hubungan industrial yang lebih baik.
Sebab, katanya, ketika pekerja bersatu, mereka tidak lagi berdiri sendirian menghadapi persoalan. Ada organisasi, ada solidaritas, dan ada kekuatan bersama untuk memperjuangkan hak.
Selain berbicara mengenai serikat pekerja, Ketua DPRD Kota Tangerang Raya tersebut turut menyoroti pentingnya peran Jamkeswatch dalam mengawal pelayanan kesehatan masyarakat.
Ia menyampaikan bahwa Kota Tangerang telah menjalankan program Universal Health Coverage (UHC), yang ditujukan untuk memperluas akses masyarakat terhadap pelayanan kesehatan.
Ia mengingat kembali pengalamannya ketika masih sering menjumpai persoalan pelayanan rumah sakit, mulai dari ketersediaan kamar hingga pasien yang kesulitan memperoleh pelayanan. Menurutnya, persoalan administrasi dan kepesertaan BPJS Kesehatan kerap menjadi salah satu hal yang perlu diselesaikan.
Melalui program UHC, ia menjelaskan bahwa masyarakat yang memenuhi ketentuan kepesertaan program daerah dapat memperoleh akses jaminan kesehatan sesuai kebijakan yang berlaku.
Ia juga menyampaikan bahwa masyarakat perlu mendapatkan pemahaman mengenai mekanisme program tersebut, termasuk ketika kepesertaan BPJS Kesehatan tidak aktif, memiliki tunggakan, atau belum terdaftar.
Karena itu, menurut Saiful, sosialisasi kepada masyarakat menjadi hal penting agar warga mengetahui jalur yang dapat ditempuh ketika membutuhkan pelayanan kesehatan.
Meski demikian, persoalan pelayanan kesehatan tidak cukup diselesaikan hanya dengan memperluas kepesertaan. Kualitas pelayanan rumah sakit, ketersediaan fasilitas, dan kepastian pasien memperoleh penanganan yang layak juga harus menjadi perhatian.
Disinilah, ungkap Saiful, peran Jamkeswatch menjadi relevan, yakni membantu masyarakat memahami hak-haknya, mengawal persoalan pelayanan kesehatan, serta mendorong agar sistem jaminan kesehatan berjalan sebagaimana mestinya.
Kegiatan Inauguration Media Perdjoeangan serta Jamkeswatch FSPMI Tangerang Raya menjadi pengingat bahwa perjuangan membutuhkan banyak cara dan peran.
Media Perdjoeangan hadir untuk merekam, menulis, mendokumentasikan, dan menyebarluaskan berbagai peristiwa perjuangan pekerja. Sementara itu, Jamkeswatch hadir untuk membantu mengawal akses dan hak masyarakat dalam memperoleh pelayanan kesehatan.
Keduanya bergerak melalui bidang yang berbeda, tetapi memiliki semangat yang sama yakni memastikan persoalan rakyat pekerja tidak dibiarkan tenggelam tanpa perhatian.



