Henut Hendro Pramono, SE : Catatan Kecil Kisah Perjalananku

Saat ini saya bekerja di sebuah perusahaan PMA Jepang yang bergerak dalam bidang komponen otomotif. Secara fasilitas maupun pendapatan tidak buruk-buruk amat dan bagi saya sendiri sangat lebih dari cukup untuk keluarga, karena memang saya sekeluarga bukan keluarga yang neko-neko.

Kalau dipikir-pikir tidak perlu melakukan aktivitas aktivis maupun gerakan lainnya yang neko-neko, toh semua sudah sangat lebih dari cukup.

Meski begitu hingga saat ini saya masih melakukan aktivitas selain sebagai pekerja, bukan karena kurang harta atau materi, namun hanya untuk satu tujuan yaitu menolong meringankan bersama untuk sesama dan generasi mendatang.

Saya mengambil resiko salah atau disalahkan, tidak disukai bukan hanya lawan tapi juga kawan ataupun resiko gagal. Namun yang pasti semua itu saya siap menerima resiko lebih besar yaitu resiko untuk berhasil demi perubahan.

Tujuh kali di PHK dari tujuh perusahaan, dan satu kali nyaris di-PHK di perusahaan yang saat ini saya bekerja, dan semuanya ini karena membentuk serikat pekerja.

Saat membentuk serikat pekerja gak terpikirkan tentang keinginan untuk naik gaji, jabatan ataupun materi lebih selain hanya ingin memperbaiki keadaan dan membantu sesama, dan ternyata setelah berserikat ternyata bisa naik gaji, jaminan sosial, PKB dan peningkatan kesejahteraan, itu adalah karena beberapa manfaat berserikat, yang pasti saat dulu membentuk serikat pekerja tidak terpikir tentang orientasi materi kecuali memperbaiki keadaan dan menolong bersama.

Setelah berserikat lalu bergabung menjadi relawan sosial kesehatan, tak ada tujuan lain kecuali hanya ingin menolong bersama mengingat banyak masyarakat yang kesulitan saat mengakses layanan kesehatan. Bahkan harus habis harta untuk berobat, dan juga melihat fakta banyak pekerja yang harus membayar ekses biaya kesehatan saat sakit, dan pada akhirnya banyak masyarakat yang terbantu dan banyak pekerja yang terhindar dari ekses claim biaya kesehatan hingga saat ini. Padahal bisa saja saya tidak melakukan gerakan ini karena saya mempunyai double jaminan kesehatan.

Dan saat ini bergerak mengajak kawan-kawan dalam gerakan sosial ekonomi dengan cara berkoperasi yang nantinya membangun memiliki perusahaan perusahaan bersama, ciptakan lapangan pekerjaan bersama, karena melihat fakta dan kenyataan banyak para pekerja yang sudah terPHK, kondisi kehidupan sosial ekonominya justru tidak lebih baik dibandingkan disaat mereka masih bekerja dan berpenghasilan meski dulunya pernah menjadi aktivis serikat pekerja, bekerja di perusahaan besar ternama, gaji besar, banyak lemburan .

Dan saat ini juga bergerak di gerakan politik bersama Partai Buruh, karena melihat fakta bagaimana kondisi kehidupan masyarakat akibat kebijakan negara melalui politik justru banyak menyulitkan, hal ini karena partai politik yang ada saat ini tidak berpihak kepada rakyat. Meskipun nantinya juga belum tentu saya menjadi pejabat, karena memang tidak ada keinginan untuk menjadi pejabat.

Semua gerakan yang saya jalani tak terpikirkan sedikitpun tentang orientasi materi untuk pribadi, kecuali hanya untuk menolong meringankan bersama, belajar bersama.

Bahkan semua gerakan yang saya jalani ini hampir semuanya dimulai dari awal dan nol, serta di temani sahabat-sahabat yang tak lagi berpikir materi kecuali perubahan untuk menolong meringankan bersama, karena memang mengawali gerakan awal resikonya adalah harus siap banyak membiayai sendiri.

Ya semua ini semata-mata hanya untuk perubahan bersama, menolong meringankan bersama belajar bersama.

Terimakasih untuk sahabat-sahabat saya yang hingga saat ini selalu bersama dengan semua pengorbanan yang dilakukan, insya allah ikhtiar kita tidak sia-sia, dan selalu ada harapan yang dapat kita wujudkan atas ikhtiar yang kita lakukan bersama.

Kita terus melangkah dan melangkah, kita yakin Tuhan akan terus menguatkan pundak-pundak kita sampai berhasil.

Terimakasih untuk yang tetap mau menjadi sahabatku. (Erte)