Jakarta, KPonline – Garda Metal FSPMI DKI Jakarta turut ambil bagian dalam Apel Kebangsaan “Jaga Jakarta untuk Indonesia” yang digelar di kawasan Monumen Nasional (Monas), Jakarta Pusat, Sab’tu (8/8/2026).
Kehadiran Garda Metal FSPMI DKI Jakarta menjadi bentuk komitmen kaum buruh sebagai bagian dari elemen masyarakat untuk turut menjaga keamanan, ketertiban, dan kondusivitas Jakarta. Kegiatan tersebut sekaligus menjadi momentum untuk memperkuat sinergi antara TNI, Polri, pemerintah daerah, dan masyarakat dalam menjaga ibu kota.
Garda Metal FSPMI DKI Jakarta hadir dipimpin Pangkorda Garda Metal FSPMI DKI Jakarta Deven Nopliyandi, bersama Sekretaris Daerah (Sekda) Garda Metal FSPMI DKI Jakarta Gatot Supriyanto. Hadir pula Vice President FSPMI Bidang Aksi Nasional Rifqi Mubarok serta anggota Garda Metal FSPMI DKI Jakarta.
Buruh Punya Tanggung Jawab Sosial Menjaga Jakarta
Rifqi Mubarok menegaskan bahwa perjuangan buruh tidak hanya berkaitan dengan hak dan kesejahteraan pekerja. Sebagai bagian dari masyarakat Jakarta, buruh juga memiliki tanggung jawab sosial untuk ikut menjaga keamanan dan ketertiban lingkungan.
“Sebagai buruh yang berada di wilayah Jakarta, kita juga mempunyai tanggung jawab untuk ikut menjaga Jakarta. Jakarta merupakan barometer nasional dan berada sangat dekat dengan pusat pemerintahan. Karena itu, diperlukan sinergi antara buruh, masyarakat, pemerintah, TNI, dan Polri untuk menjaga Jakarta tetap aman dan kondusif,” ujar Rifqi.
Menurutnya, keterlibatan Garda Metal dalam Apel “Jaga Jakarta untuk Indonesia” bukan sekadar kehadiran simbolis. Kehadiran tersebut menunjukkan bahwa gerakan pekerja dapat berjalan beriringan dengan berbagai elemen masyarakat dalam menciptakan lingkungan sosial yang aman, tertib, dan damai.
“Buruh tidak hanya hadir ketika memperjuangkan kepentingan pekerja. Di tengah masyarakat, buruh juga mempunyai peran dan tanggung jawab untuk menjaga lingkungan sosial agar tetap aman dan kondusif,” lanjutnya.
Mengusung Empat Pilar Utama
Apel “Jaga Jakarta untuk Indonesia” mengusung semangat kolaborasi melalui empat pilar utama, yaitu Jaga Warga, Jaga Lingkungan, Jaga Aturan, dan Jaga Amanah.
Selain apel kebangsaan, kegiatan tersebut juga diisi dengan berbagai pelayanan sosial kepada masyarakat. Di antaranya pemeriksaan kesehatan gratis, layanan kesehatan gigi dan mata, fisioterapi, pembagian kacamata baca, serta pembagian sembako dan makanan.
Rangkaian kegiatan tersebut menjadi gambaran bahwa menjaga Jakarta tidak hanya dilakukan melalui aspek keamanan, tetapi juga melalui kepedulian dan pelayanan sosial kepada masyarakat.
Buruh Bagian dari Jakarta
Kehadiran Garda Metal FSPMI DKI Jakarta dalam kegiatan tersebut menegaskan bahwa buruh merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari kehidupan masyarakat Jakarta.
Menjaga Jakarta bukan hanya menjadi tugas aparat keamanan, melainkan merupakan tanggung jawab bersama seluruh elemen masyarakat. Kolaborasi dan sinergi diperlukan agar Jakarta tetap menjadi ruang kehidupan yang aman, tertib, dan nyaman bagi seluruh warga.
Di tengah berbagai dinamika sosial, ekonomi, dan ketenagakerjaan, sinergi antarelemen masyarakat menjadi semakin penting. Bagi kaum buruh, menjaga Jakarta juga berarti ikut memastikan ruang kehidupan masyarakat tetap kondusif sehingga setiap warga dapat menjalankan aktivitas, bekerja, dan memperjuangkan kehidupan yang lebih baik secara bermartabat.
Garda Metal FSPMI DKI Jakarta siap bersinergi. Buruh bekerja, buruh berjuang, sekaligus ikut menjaga Jakarta untuk Indonesia.



