Bekasi, KPonline – Konsulat Cabang (KC) Federasi Serikat Pekerja Metal Indonesia (FSPMI) Kabupaten/Kota Bekasi menginstruksikan 200 anggota dan perangkat organisasi untuk mengikuti aksi unjuk rasa di Kantor Pemerintahan Kabupaten Subang, Jawa Barat, pada Kamis, 6 November 2026.
Instruksi tersebut tertuang dalam surat bernomor 254/SPA/KC FSPMI/Bks/XI/2026 tertanggal 4 November 2026. Surat ini merupakan tindak lanjut dari instruksi Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) FSPMI Provinsi Jawa Barat Nomor 099/DPW FSPMI/Jabar/XI/2026 tentang pelaksanaan aksi unjuk rasa.
Aksi dijadwalkan berlangsung mulai pukul 09.00 hingga 18.00 WIB. Salah satu tuntutan utama yang akan disuarakan adalah mendesak Bupati Subang untuk mencopot Kepala Dinas Ketenagakerjaan (Kadisnaker) yang dinilai arogan.
Sarino, SH., MH. selaku sekretaris KC FSPMI Bekasi menyampaikan bahwa aksi sebagai bentuk solidaritas kawan-kawan Subang menuntut Kadisnaker yang diduga Arogan untuk di copot.
Sarino menambahkan bahwa sebagai bentuk keseriusan dalam mengawal tuntutan tersebut, KC FSPMI Bekasi menargetkan 200 peserta untuk turun langsung ke Subang. Jumlah tersebut terdiri dari 50 anggota SPAMK, 50 anggota SPLP, 50 anggota SPEE, dan 50 anggota SPAI FSPMI.
Instruksi ini ditujukan kepada seluruh jajaran Pimpinan Cabang (PC) SPA FSPMI Kabupaten/Kota Bekasi, Garda Metal, Media Perdjoeangan, Perempuan dan Pekerja Muda FSPMI, Forum Komunikasi Kawasan Industri, Jamkeswatch, seluruh PUK SPA FSPMI, serta anggota FSPMI Kabupaten/Kota Bekasi.
Dalam surat instruksi tersebut, KC FSPMI Bekasi juga menegaskan bahwa aksi akan dilaksanakan secara damai dan tanpa kekerasan. Seluruh peserta diwajibkan mengenakan atribut serta seragam resmi FSPMI sebagai identitas organisasi.
Melalui pengerahan massa ini, FSPMI Bekasi ingin menunjukkan bahwa solidaritas dan kekompakan organisasi tidak hanya dibangun di wilayah sendiri, tetapi juga diwujudkan dalam perjuangan bersama ketika ada persoalan yang menyangkut kepentingan kaum pekerja.
Bagi FSPMI, aksi unjuk rasa merupakan salah satu cara menyampaikan aspirasi sekaligus mendesak pihak yang berwenang untuk bertanggung jawab atas persoalan yang dipermasalahkan.
Dua ratus anggota FSPMI Bekasi pun dipersiapkan untuk bergerak ke Subang. Solidaritas organisasi menjadi kekuatan untuk mengawal tuntutan yang akan disuarakan dalam aksi tersebut.