Bekasi, KPonline – Setiap orang memiliki perjalanan masing-masing dalam mengenal arti perjuangan. Bagi Bambang Sujarwo, atau yang akrab disapa Jarwo, FSPMI bukan sekadar organisasi tempat bernaung, melainkan rumah perjuangan yang mengajarkannya tentang solidaritas, loyalitas, militansi, dan kepedulian terhadap sesama pekerja.
Perjalanan Bambang Sujarwo bersama FSPMI PT NGK Ceramics Indonesia dimulai pada awal 2012. Sebelum bergabung dengan FSPMI, ia telah bekerja di sejumlah perusahaan sejak 2006 hingga 2011. Dari pengalamannya, ia melihat bahwa sebagian besar perusahaan tempatnya bekerja belum memiliki serikat pekerja yang kuat. Kalaupun ada, keberadaannya masih sebatas di tingkat perusahaan.
Ketertarikannya bergabung dengan FSPMI muncul setelah melihat hasil perjuangan organisasi, terutama dalam memperjuangkan upah, bonus, dan berbagai bentuk kesejahteraan pekerja.
Saat pertama kali bergabung, statusnya masih sebagai pekerja kontrak atau PKWT. Setelah melalui proses panjang selama dua tahun, pada 2014 akhirnya ia diangkat menjadi karyawan tetap atau PKWTT.
Namun, perjalanan Bambang Sujarwo bersama FSPMI tidak berhenti pada perubahan status pekerjaan. Justru dari sinilah kecintaannya terhadap organisasi mulai tumbuh.
Ia mulai tertarik mempelajari lebih dalam tentang PUK SPAMK FSPMI PT NGK Ceramics Indonesia. Berbagai agenda organisasi berusaha diikutinya, mulai dari aksi, pendidikan, hingga pelatihan. Proses belajar itu terus dijalaninya hingga 2019.
Tahun 2020 menjadi salah satu titik penting dalam perjalanan organisasinya. Saat itu, Jarwo mendapat kepercayaan dari salah satu pengurus bidang organisasi, Jhon, untuk menjadi Koordinator Lapangan (Korlap) periode 2020–2023.
Tugasnya tidak sekadar membantu pengurus menyampaikan informasi kepada anggota, tetapi juga mendukung berbagai agenda organisasi, baik internal maupun eksternal.
Dari posisi tersebut, ia semakin memahami bahwa menjadi bagian dari serikat pekerja membutuhkan lebih dari sekadar keanggotaan. Ada tanggung jawab, loyalitas, militansi, serta kepedulian yang harus terus dibangun.
Pada periode itu pula, ia mendapat kesempatan mengikuti Latihan Dasar Garda Metal XVIII (LATSAR GM 18) di Cilember, Bogor. Pendidikan tersebut menjadi bagian dari proses kaderisasi sekaligus bekal untuk menjalankan tanggung jawab organisasi di masa mendatang.
Pengalaman menjadi Korlap dan mengikuti pendidikan Garda Metal semakin memperkaya pemahamannya tentang arti perjuangan dan solidaritas.
Pasca-Musnik VI PUK SPAMK FSPMI PT NGK Ceramics Indonesia yang berlangsung di Hotel Puri Setiabudhi, Lembang, Bandung, pada 24–25 Juni 2023, Bung Jarwo kembali mendapat kepercayaan.
Ia dipercaya menjadi Wakil Sekretaris Bidang Pendidikan dan Pemberdayaan Perempuan periode 2023–2026.
Namun, perjalanan kepengurusan selalu memiliki dinamika. Setelah salah satu pengurus mengambil pensiun dini, pada 2024 Bambang Sujarwo mendapat amanah baru melalui rotasi jabatan menjadi Wakil Bidang Organisasi hingga akhir periode 2026.
Baginya, setiap posisi memberikan pelajaran berbeda. Banyak ilmu, pengalaman, dan pemahaman baru yang diperolehnya selama menjadi bagian dari kepengurusan PUK.
Perjalanan itu kembali berlanjut dalam Musnik VII PUK SPAMK FSPMI PT NGK Ceramics Indonesia yang digelar pada 27–28 Juni 2026 di Artotel Pelangi Park, Sentul, Bogor.
Kegiatan tersebut dihadiri unsur Pimpinan Cabang (PC), Pimpinan Pusat (PP), Presiden FSPMI Bung Suparno, S.H., tamu undangan dari PUK sahabat, serta anggota, Korlap, dan pengurus. Sekitar 90 peserta hadir dalam agenda organisasi tersebut.
Dalam momentum itu, Bambang Sujarwo kembali dipercaya mengemban amanah sebagai Wakil Bidang Pendidikan dan Olahraga periode 2026–2029.
Kepercayaan tersebut menjadi penyemangat baginya untuk terus belajar, berkontribusi, dan memberikan yang terbaik bagi organisasi
Dari perjalanan panjang sejak 2012, Bambang Sujarwo memiliki pesan sederhana bagi seluruh anggota FSPMI.
Pertama, jadilah anggota yang aktif mengikuti setiap agenda organisasi. Sebab, melalui aksi, pendidikan, dan pelatihan, banyak ilmu serta pengalaman berharga yang bisa diperoleh.
Kedua, cintailah organisasi dengan menumbuhkan rasa memiliki. Jaga organisasi, perkuat militansi, dan rawat solidaritas di lingkungan PUK.
Ketiga, jadikan keberadaan kita di organisasi sebagai kesempatan untuk memberikan manfaat bagi orang lain.
“Sebaik-baiknya manusia adalah yang bisa bermanfaat untuk orang banyak.”
Bagi Jarwo, perjalanan bersama FSPMI bukan hanya tentang jabatan atau posisi dalam kepengurusan. Lebih dari itu, ada proses panjang tentang belajar, berjuang, dan mengabdi.
Dari seorang pekerja kontrak, menjadi anggota aktif, Koordinator Lapangan, hingga dipercaya menjadi bagian dari kepengurusan PUK, semuanya merupakan pengalaman yang membentuk dirinya.
Ia menyadari bahwa organisasi tidak akan menjadi kuat hanya karena beberapa orang pengurus. Organisasi akan besar apabila anggotanya memiliki rasa cinta, kepedulian, dan kesediaan untuk berjuang bersama.
“Bangga menjadi bagian dari perjuangan FSPMI. Karena di organisasi ini saya tidak hanya belajar memperjuangkan kesejahteraan, tetapi juga belajar tentang arti persaudaraan, solidaritas, dan pengabdian.”
(Tulisan dari peserta Pena Media Bekasi Batch2)