Jakarta, KPonline — Berorganisasi di serikat pekerja tidak hanya tentang memperjuangkan hak-hak dan meningkatkan kesejahteraan anggota beserta keluarganya. Lebih dari itu, organisasi juga menjadi wadah untuk menumbuhkan kepedulian dan solidaritas antarsesama pekerja.
Semangat tersebut diwujudkan melalui slogan “Buruh Bantu Buruh, Pekerja Bantu Pekerja, PUK Peduli Anggota Beserta Keluarganya.” Nilai solidaritas itu terus dijalankan oleh Pimpinan Unit Kerja (PUK) Serikat Pekerja Aneka Industri (SPAI) Federasi Serikat Pekerja Metal Indonesia (FSPMI) PT Ikapharmindo Putramas Tbk melalui program sosial bagi anggota dan keluarga.
Program tersebut ditujukan untuk membantu meringankan beban anggota maupun keluarganya yang tengah menghadapi musibah, baik karena sakit maupun meninggal dunia.
Hingga saat ini, program sosial tersebut telah berjalan selama kurang lebih enam tahun dan menjadi salah satu program rutin di lingkungan organisasi. Bantuan yang diberikan bersumber dari dana kas PUK dan dalam penggunaannya mengacu pada Peraturan Organisasi (PO) yang berlaku.
Sesuai ketentuan organisasi, penerima manfaat program sosial tersebut tidak hanya anggota, tetapi juga keluarga anggota, termasuk mertua.
Konsistensi program ini menjadi salah satu bentuk nyata kepedulian organisasi terhadap kondisi sosial para pekerja. Solidaritas tidak berhenti pada perjuangan di tempat kerja, tetapi juga diwujudkan ketika anggota dan keluarganya menghadapi persoalan kehidupan.
Pada Rabu (9/9/2026), kepedulian tersebut kembali diwujudkan melalui penyaluran bantuan sosial oleh Pleno Farma 2 kepada salah seorang anggota dari Divisi Farma 2, Maria Ulfa.
Bantuan diberikan karena anak Maria Ulfa sedang sakit dan menjalani perawatan di rumah sakit. Penyaluran bantuan tersebut diharapkan dapat membantu meringankan kebutuhan keluarga selama proses perawatan.
Bagi PUK SPAI FSPMI PT Ikapharmindo Putramas Tbk, kegiatan sosial ini bukan sekadar pemberian bantuan. Program tersebut menjadi bagian dari upaya membangun rasa kebersamaan, kepedulian dan solidaritas di antara anggota.
Semangat “Buruh Bantu Buruh” pun terus dijaga agar organisasi tidak hanya hadir ketika memperjuangkan kepentingan pekerja, tetapi juga hadir untuk anggota dan keluarganya ketika membutuhkan dukungan.
Dengan berlangsungnya program sosial selama enam tahun, PUK SPAI FSPMI PT Ikapharmindo Putramas Tbk menunjukkan bahwa kekuatan organisasi tidak hanya terletak pada jumlah anggotanya, tetapi juga pada solidaritas dan kepedulian yang tumbuh di antara sesama pekerja.
Penulis Aa ndin