Didi Suprijadi bersama Mayjen Sudrajat (Purn),/Foto: Kahar

Didi Suprijadi bersama Mayjen Sudrajat (Purn),/Foto: Kahar

Didi Suprijadi, Pembela Guru Honorer yang Didukung KSPI Jadi Anggota DPR RI

Posted by

Jakarta, KPonline – Tidak sulit untuk mencari tahu apa yang dilakukan Didi Suprijadi dalam membela guru dan tenaga honorer. Ketika pagi ini saya iseng-iseng mencari tahu apa yang pernah dilakukan pria yang saat ini menjabat sebagai Ketua Umum Majelis Nasional Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (MN KSPI) ini melalui mesin pencari google, dengan mudah saya bisa mendapatkan informasi tersebut.

Seperti dilansir republika.co.id (21/9/2015), Ketua Pengurus Besar Persatuan Guru Republik Indonesia (PB PGRI) ini pernah mengatakan, perlakuan pemerintah terhadap guru honorer masih tidak manusiawi. Mereka diwajibkan bekerja layaknya guru PNS, tetapi dengan honor yang sangat minim.

“Akibat tak punya status dan sertifikasi, ujung-ujungnya penghasilan hanya Rp 200 ribu hingga Rp 300 ribu per bulan, tapi kerja seperti PNS. Ini sangat tidak manusiawi,” kata Didi.

Kritik keras Didi Suprijadi terhadap pemerintah, meskipun saat itu dia tercacatat sebagai seorang Aparatur Sipil Negara (ASN), menunjukkan keberpihakannya. Baginya, kemanusiaan adalah hal utama. Sebab tujuan bangsa ini merdeka adalah untuk mewujudkan kesejahteraan dan keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia. Tidak terkecuali para guru honorer yang telah berbhakti dan ikut serta dalam mencerdaskan kehidupan bangsa.

Dalam kesempatan lain, Didi mengatakan, sebagian masa kerja guru honorer antara lima hingga 20 tahun. Bahkan ada guru honorer yang sampai memasuki usia pensiun tetapi masih belum diangkat menjadi PNS.

Komitmen Didi terhadap nasib guru honorer sudah lama dilakukannya. Mulai dari loby hingga aksi. Dan tidak hanya guru, Didi Suprijadi juga memiliki kepedulian yang besar terhadap tenaga honorer kependidikan dan administrasinya.

Tahun 2015, misalnya, Didi ikut memimpin aksi tenaga honorer. Saat itu Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (MenPANRB) Yuddy Chrisnandi berjanji akan mengangkat sebanyak 439.956 guru honorer K2 menjadi ASN. Sayangnya, janji itu tak tinggal janji. Hingga Yuddy diganti, permasalahan honorer tak kunjung usai.

Didi juga pernah ikut memimpin saat buruh melakukan demonstrasi menolak PP 78/2015 yang membatasi kenaikan upah. Dia bahkan sempat terkena gar air mata, saat polisi membubarkan aksi.

Atas dasar kesetiaannya di dalam perjuangan itulah, KSPI kemudian merekomendasikan agar Didi Suprijadi maju sebagai calon legislatif melalui daerah pemilihan Jakarta Timur melalui Partai Gerindra.

Kita berharap ketika kelak Didi Suprijadi masuk sebagai anggota DPR RI, dia bisa lebih maksimal dalam memperjuangkan berbagai permasalahan yang menyangkut honorer, buruh, dan rakyat kecil yang lain.

Facebook Comments

Comments are closed.