Diapresiasi Warga, Konvoi Motor Aksi Buruh FSPMI Menuju Kemendagri Berlangsung Tertib

Diapresiasi Warga, Konvoi Motor Aksi Buruh FSPMI Menuju Kemendagri Berlangsung Tertib

Bekasi, KPonline – Aksi konvoi ribuan buruh FSPMI dari Bekasi menuju Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) berlangsung tertib dan aman. Barisan kendaraan roda dua yang dipimpin 2 mobil komando justru mendapat pujian dari warga di sepanjang jalur yang dilalui.

Massa buruh mulai bergerak dari titik kumpul Gobel, Kabupaten Bekasi, Selasa (28/7), pukul 08.00 WIB. Ratusan motor dari berbagai kawasan industri, termasuk EJIP, Jababeka, MM2100, dan BIIE, bergabung menjadi satu barisan panjang menuju Jakarta.

Sepanjang perjalanan, korlap aksi terus mengingatkan peserta untuk mematuhi rambu lalu lintas, tidak menggunakan knalpot bising, dan tidak memprovokasi. Mobil komando juga terus memberikan imbauan melalui pengeras suara.

Sikap tertib ini menuai respons positif dari warga. Sejumlah pengendara dan warga di pinggir jalan terlihat melambaikan tangan dan mengacungkan jempol saat iring-iringan buruh melintas.

“Biasanya kalau ada konvoi suka bikin macet dan rusuh. Tapi ini rapi banget, ada yang ngatur, nggak ugal-ugalan. Salut buat buruh FSPMI,” ujar Rudi, warga Cikarang yang melihat konvoi di Jalan Raya Kalimalang.

Hal senada juga disampaikan Ibu Siti, warga Bekasi Timur. “Mereka teriaknya tuntut keadilan, tapi caranya santun. Mudah-mudahan tuntutannya didengar pemerintah,” katanya.

Konvoi ini dilakukan untuk mengawal desakan agar Gubernur Jawa Barat menghormati Putusan PTUN Bandung Nomor 29/G/2026/PTUN.BDG terkait UMSK 2026 dan tidak mengajukan banding. Koordinator Aksi FSPMI Bekasi menyampaikan terima kasih atas dukungan warga.

“Kami membawa aspirasi, bukan keresahan. Tertib adalah prinsip kami. Karena buruh juga bagian dari masyarakat yang ingin hukum ditegakkan,” tegas Koordinator Aksi dari atas mobil komando.

Hingga tiba di depan Kemendagri, konvoi berjalan lancar tanpa insiden. Aparat kepolisian yang mengawal juga mengapresiasi kedisiplinan massa aksi.

Aksi ini menjadi bukti bahwa menyampaikan aspirasi bisa dilakukan dengan cara damai, bermartabat, dan tetap menjaga ketertiban umum. (Yanto)