Cerita Anggun Pertiwi, Pekerja dari Pulau Batam yang Baru Pertama Kali ke Jawa Timur

Cerita Anggun Pertiwi, Pekerja dari Pulau Batam yang Baru Pertama Kali ke Jawa Timur

Surabaya – KPonline, Pelatihan Lanjutan Garda Metal II Federasi Serikat Pekerja Metal Indonesia (FSPMI) Jawa Timur telah sukses dan lancar digelar. Namun, menyisakan momen yang tidak terlupakan bagi para peserta khususnya salah satu perwakilan dari Pulau Batam, yakni Anggun Pertiwi. Bersama 11 (sebelas) perwakilan Garda Metal dari Batam yang terdiri dari 9 pria dan 2 wanita dan didampingi oleh Salimul Yufid Kasem, Sekretaris Garda Metal Batam yang akrab di panggil Bung Beta, Anggun berangkat ke Jawa Timur untuk mengikuti Pendidikan Lanjutan Garda Metal II yang diselenggarakan pada tanggal 29-30 Juni 2024 di Obis Camp, Trawas Mojokerto.

 

Bacaan Lainnya

“Kami merasa seru banget, ini kali pertama kami menginjakkan kaki di tanah Jawa Timur. Suasananya enak, banyak teman baru dari Mojokerto, Semarang, Pasuruan, Sidoarjo, Surabaya, Gresik , Tuban dan sekitarnya,” ujar Anggun Pertiwi yang merupakan Pengurus Bidang Pendidikan PUK SPEE FSPMI PT. Excelitas Technologies Batam.

Anggun saat mengikuti materi teori dalam ruangan.

 

Acara ini juga memberikan pengalaman berharga bagi para peserta untuk memahami lebih dalam tentang Garda Metal dan aktivitas yang dilakukan di tempat kegiatan pelatihan..

“Kami belajar banyak hal baru, termasuk bahasa-bahasa yang belum kami mengerti sebelumnya. Ini akan menjadi motivasi bagi kami untuk mengajarkan kepada para Ketua PUK di Batam agar ikut serta serta menjadi anggota Garda Metal di masa depan,” tambah Anggun yang juga sebagai pengurus harian Garda Metal Batam bidang infokom ini.

Menurutnya, kesempatan ini tidak hanya memperluas jaringan pertemanan, tetapi juga memperkaya pengalaman organisasi mereka. “Kami ingin memastikan bahwa setiap pengurus PUK (Pimpinan Unit Kerja, organisasi di tingkat Unit Kerja ) sampai bawah yakni anggota memiliki jiwa militansi dan loyalitas yang sekuat Garda Metal. Solidaritas yang dijunjung tinggi seperti dalam Mars FSPMI,

‘tak peduli panas, tak peduli hujan, susah senang ya solidarity’, menjadi prinsip yang kami pegang erat,” tutupnya.

 

Acara pelatihan ini tidak hanya meningkatkan keterampilan peserta tetapi juga semangat untuk lebih berkontribusi dalam gerakan khususnya FSPMI dalam memperjuangkan Hak Buruh/ Pekerja.

 

(Natalia – Kontributor Surabaya)