Buruh PT. CIP Surabaya Gelar Aksi, Tagih Janji Kesepakatan Bersama Terkait Hak Normatif

  • Whatsapp

Surabaya, KPonline – Buruh/pekerja yang tergabung dalam PUK SPL FSPMI PT. CIP, Selasa (23/10/2018) pagi, terlihat sedang ramai berkumpul di depan pabrik perusahaan dimana tempat mereka bekerja, yang beralamat di Jl. Dumar Industri No. B37, Margomulyo – Surabaya.

Menurut info yang beredar, bahwa puluhan massa aksi yang berkumpul di didepan gerbang perusaahaan PT CIP tersebut, akan bertahan di tempat tersebut selama 3 hari, terhitung mulai tanggl 23 s/d 25 Oktober 2018 nanti.

Bacaan Lainnya

Hal itu dilakukan, karena pihak perusahaan diduga telah melanggar beberapa kesepakatan yang telah disepakati sebelumnya oleh kedua belah pihak yang saat itu bahkan di mediasi langsung oleh pihak kepolisian Polres KP3 Tanjung Perak.

Akhirnya mereka pun menagih janji sesuai kesepakatan tersebut melalui jalur aksi, karena dalam kesempatan sebelumnya melalui jalur persuasif dan diskusi sudah ditempuh oleh kedua belah pihak, namun tidak juga kunjung menemui titik temu.

Padahal pihak Dinas Tenaga Kerja Kota Surabaya pun telah memberikan anjuran kepada kedua belah pihak, agar masing-masing pihak menjalankan seluruh point dalam perjanjian bersama sesuai kesepakatan kedua belah pihak, namun kenyataannya anjuran dari Dinas pun tidak di gubris/di indahkan oleh pihak menejemen.

Pelanggaran lainnya seperti memberikan upah pekerja/buruhnya dibawah UMK pun juga di duga telah dilakukan oleh pihak perusahaan PT. CIP, padahal amanah Pasal 90 ayat (1) UU No. 13 Tahun 2003 tentang Ketenagakerjaan pun jelas menyebutkan bahwa Pengusaha dilarang membayar upah lebih rendah dari upah minimum, dan sanksinya pun sudah jelas, yakni pidana 4 tahun dan denda 400 juta, namun sekali lagi, tak cukup membuat pihak perusahaan meradang.

Hal itupun dibenarkan oleh salah satu pekerja di PT. CIP yang saat ini sudah bekerja selam 8 (delapan) tahun, belum pernah sekalipun merasakan di beri upah/gaji sesuai UMK yang berlaku oleh pihak menejemen, bahkan cuti tahunan pun juga tidak ada.

“Saya masuk kerja akhir tahun 2010 sampai sekarang belum pernah di gaji sesuai UMK mas, bahkan cuti tahunan pun tidak pernah mendapatkan. ” Ujar Rofi, salah seorang pria yang bekerja di PT. CIP.

Hampir semua hak hak normatif tidak di laksanakan oleh pihak perusahaan produksi sendok dan garpu ini, maka dari itu tak ada jalan lain bagi para pekerja/buruh untuk saatnya bergerak dan melawan.

Kontributor Surabaya
(Abd. Muis)

Pos terkait