Buruh Karawang Kehilangan Pejuang yang Tegas, Baik, dan Sholeh

  • Whatsapp

Karawang, KPonline – Satu kabar duka yang sangat menyedihkan terutama untuk kawan-kawan buruh FSPMI Karawang. Rustan selaku Ketua Konsulat Cabang meninggal dunia pada Rabu, 29 Agustus 2018 jam 08.15.

Rustan merupakan sosok pejuang buruh yang selalu terdepan dalam memperjuangkan kesejahteraan kaum buruh. Dia adalah sosok yang selalu ada di setiap aksi demo terutama demo yang ada di wilayah kabupaten Karawang.

Ucapan bela sungkawa datang dari seluruh buruh di indonesia. Banyak sekali yang sudah Beliau berikan untuk kesejahteraan buruh Indonesia terutama buruh karawang, karena dengan sampai sekarang Upah Buruh Karawang masih tertinggi se Indonesia dan itu tidak terlepas dari peran negosiasi dan perjuangan Rustan selaku Ketua Konsulat Cabang FSPMI Kabupaten Karawang.

Rumah duka di Perumahan Perumahan Inti Persada Blok D1 – Purwakarta penuh dengan kawan-kawan buruh yang turut serta mendatangi rumah duka sebagai bentuk bela sungkawa atas meninggalnya kawan buruh yang begitu banyak pengorbanannya.

“Dia adalah pejuang buruh sejati yang tidak kenal lelah, dia sosok yang tegas, baik dan sholeh. Saya sering sekali melihat dia di setiap aksi demo, pada saat waktu sholat tiba, selalu menyempatkan untuk sholat berjama’ah di mushola atau masjid yang ada di sekitaran lokasi demo. Saya pribadi sangat kehilangan sosok pahlawan buruh seperti Beliau,” ungkap Andri Septian selaku kawan buruh yang hadir di rumah duka di Purwakarta.

Bukan hanya kawan-kawan buruh yang ikut datang melayat, tetapi juga perwakilan pejabat pemerintah daerah karawang seperti H A Suroto, rekan-rekan instansi pemerintah dinas ketenagakerjaan dan transmigrasi, para pejabat balai pengawasan wilayah II juga ikut melayat.

Saiq Iqbal selaku Presiden FSPMI berada dalam shaf paling depan untuk ikut mensholatkan Jenazah Alm Rustan dan terlihat juga beberapa kawan-kawan buruh serta perwakilan dari Dandim

Pada hari yang bersamaan, keluarga Alm Rustan memberangkatkan Jenazah langsung ke Bandar Udara Internasional Sultan Hasanuddin Makasar pada pukul 17.00. Alm Rustan dimakamkan di Pinrang yang merupakan kampung halaman Bung Rustan. [Pnj]