Buruh Jawa Barat Serius Sikapi Regulasi Baru Bidang Ketenagakerjaan

  • Whatsapp

Bandung, KPOnline – Adanya aturan atau regulasi baru dalam bidang Ketenagakerjaan di Indonesia, keluarnya aturan tersebut para pekerja/buruh menilai akan sangat merugikan. Menyikapi hal tersebut maka para perwakilan pimpinan Serikat Pekerja/Serikat Buruh (SP/SB) se Jawa Barat mengadakan diskusi bersama. Acara digelar di Hotel 88 Bandung Jawa Barat pada Senin (01/03/2021).

Hadir dalam agenda tersebut para pimpinan beserta perwakilan anggota Serikat Pekerja/Serikat Buruh (SP/SB) Jawa Barat, diantaranya : Roi Jinto (SP TSK SPSI Jawa Barat), Ajat Sudrajat (SBSI 92 Jawa Barat), Suherman (FSPMI Jawa Barat), Muhamad Sidarta (DPD LEM SPSI Jawa Barat), Jujun Juansah (FSPMI Jawa Barat), Ian Sopyan (SPN Jawa Barat) serta beberapa perwakilan lainya dari pimpinan Serikat Pekerja/Serikat Buruh yang ada di Jawa Barat.

Bacaan Lainnya

Acara berlangsung selama satu hari sejak pagi hingga sore, yang di kemas dalam FOCUS GROUP DISCUSSION tersebut mengangkat tema “Rembuk Bersama Menyikapi Regulasi Baru Dalam Bidang Ketenagakerjaan”.

Undang-undang Cipta Kerja (Omnibus Law) dan Peraturan Pemerintah (PP) yang merupakan aturan turunan dari undang-undang No. 11 Tahun 2020 tentang Cipta Kerja, menjadi pokok bahasan utama dalam forum diskusi tersebut, berdasarkan keterangan dari Suherman (selaku perwakilan dari DPW FSPMI Jawa Barat), mengatakan bahwa acara tersebut sengaja di gelar salah satunya adalah untuk menentukan langkah-langkah serikat pekerja/serikat buruh yang ada di Jawa Barat, sekaligus menyatakan sikap menolak telah di sahkannya beberapa Peraturan Pemerintah (PP) Republik Indonesia.

Pasalnya aturan turunan dari UU Cipta Kerja seperti PP No. 34 tentang Tenaga Kerja Asing (TKA), PP No. 35 tentang Perjanjian Kerja Waktu Tertentu (PKWT), PP No. 36 tentang pengupahan dan PP No. 37 tentang JKP, di nilai telah bertentangan dengan undang-undang No. 13 Tahun 2003 tentang Ketenagakerjaan, sebab beberapa ketentuan yang mengatur atau jaring pengaman bagi pekerja/buruh banyak yang di hapus atau di hilangkan.

Penulis : Drey
Foto : Suherman

Pos terkait