Buruh Bogor Aksi Tolak Pergub 54/2018

Bogor, KPonline – Sejak pagi hari, buruh dari berbagai wilayah di Bogor seperti Cibinong, Ciawi, Wanaherang, Cileungsi, dan wilayah-wilayah lain, sudah berkumpul di titik-titik kumpul yang sudah ditentukan oleh masing-masing koordinator lapangan. Hal ini dilakukan karena buruh-buruh Bogor akan melaksanakan aksi penolakan terhadap Peraturan Gubernur Jawa Barat No.54/tahun 2018.

Peraturan Gubernur tersebut sudah dikaji secara seksama oleh pihak buruh, dan sudah hampir bisa dipastikan, aturan tersebut merugikan kaum buruh yang ada diwilayah Jawa Barat. Sehingga dalam melawan kebijakan yang tidak pro terhadap kaum buruh tersebut, dibutuhkan segala daya upaya dan konsistensi yang kuat dalam memperjuangkannya.

Seperti yang diungkapkan oleh Setia Budi, Ketua PUK SPEE-FSPMI PT. Nittoh Presisi Indonesia. Laki-laki berperawakan sedang yang akan maju sebagai calon anggota legislatif DPRD Kota Bogor pada pemilihan anggota legislatif 2019 ini mengungkapkan. Bahwa Peraturan Gubernur No.54 tahun 2018 tersebut sangat merugikan kaum buruh, khususnya buruh-buruh yang bekerja di sektor unggulan.

“Ada indikasi yang sangat kuat, bahwa pihak Pemerintah Provinsi Jawa Barat akan menghilangkan UMSK. Mengkelompok-kelompokan homogenitas sektor industri, akan memecah perjuangan kaum buruh. Sehingga akan mematahkan kekuatan kaum buruh secara keseluruhan,” ungkap Setia Budi yang juga seorang wirausahawan budidaya ikan lele.

Tepat pukul 09:00 WIB, terlihat iring-iringan buruh-buruh dari berbagai kawasan industri yang ada disekitar Bogor, sudah mulai menuju kawasan kompleks Pemerintahan Kabupaten Bogor.