Bekasi, KPonline-Komitmen Pemerintah Kabupaten Bekasi untuk memperkuat kesejahteraan pekerja dan menjaga iklim hubungan industrial kembali ditegaskan dalam acara Seremonial Pelantikan Pengurus Pimpinan Pusat Serikat Pekerja Elektronik Elektrik (SPEE) Federasi Serikat Pekerja Metal Indonesia (FSPMI) periode 2026-2031 yang digelar di Swiss-Belinn Hotel, Cikarang, Kabupaten Bekasi. Kamis (11/6/2026).
Dalam sambutannya, Pelaksana Tugas (Plt) Bupati Kabupaten Bekasi, Asep Surya Atmaja, menyampaikan ucapan selamat kepada seluruh pengurus yang baru dilantik. Ia berharap kepengurusan baru SPEE FSPMI mampu menjalankan amanah organisasi dengan penuh tanggung jawab serta memberikan kontribusi nyata bagi peningkatan kualitas pekerja dan kemajuan industri nasional.
“Atas nama Pemerintah Kabupaten Bekasi, saya mengucapkan selamat kepada seluruh pengurus yang hari ini dilantik. Semoga amanah yang diberikan dapat dijalankan dengan penuh tanggung jawab, integritas, serta komitmen untuk memperjuangkan kepentingan pekerja sekaligus menjaga hubungan industrial yang harmonis, dinamis, dan berkeadilan,” ujar Asep.
Dalam kesempatan tersebut, Asep juga mengungkapkan kedekatannya dengan kalangan buruh dan pimpinan FSPMI. Menurutnya, komunikasi antara pemerintah daerah dan organisasi pekerja menjadi salah satu modal penting dalam menciptakan pembangunan yang berpihak kepada rakyat pekerja.
Sebagai kader Partai Buruh yang saat ini dipercaya menjabat sebagai Plt. Bupati Bekasi, Asep menegaskan bahwa dirinya memiliki tanggung jawab besar untuk memperjuangkan kepentingan masyarakat pekerja, termasuk mengurangi angka pengangguran di Kabupaten Bekasi yang dikenal sebagai kawasan industri terbesar di Indonesia.
“Jangan sampai ada kebijakan yang justru menambah angka pengangguran. Saya ingin memastikan masyarakat Kabupaten Bekasi mendapatkan kesempatan kerja yang lebih luas dan kehidupan yang lebih baik,” katanya.
Menurut Asep, Kabupaten Bekasi saat ini menghadapi tantangan fiskal yang cukup berat setelah adanya pemotongan anggaran dari pemerintah pusat yang mencapai ratusan miliar rupiah. Di sisi lain, pemerintah daerah juga harus mempertahankan keberadaan sekitar 13 ribu pegawai pemerintah dengan perjanjian kerja (PPPK) yang telah diangkat.
“Kita memang menghadapi tantangan anggaran. Namun saya akan berjuang agar para PPPK tetap dapat bekerja dan memberikan pelayanan kepada masyarakat. Jangan sampai kebijakan yang diambil justru menciptakan pengangguran baru,” tegasnya.
Asep juga menyinggung pentingnya tata kelola pemerintahan yang bersih dan transparan. Ia mengaku telah meminta pendampingan kepada Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dalam menjalankan roda pemerintahan guna menghindari potensi pelanggaran hukum.
“Saya sudah meminta pendampingan kepada KPK. Saya tidak ingin bekerja dengan cara-cara yang buruk. Nama baik pemerintah daerah, keluarga, dan Partai Buruh harus dijaga. Karena itu setiap langkah yang diambil harus sesuai aturan dan mendapat masukan yang tepat,” ungkapnya.
Lebih lanjut, Asep menyoroti posisi strategis Kabupaten Bekasi sebagai salah satu kawasan industri terbesar di Asia Tenggara. Dengan ribuan perusahaan yang beroperasi dan jutaan penduduk yang sebagian besar menggantungkan hidup dari sektor industri, menurutnya diperlukan kebijakan yang benar-benar berpihak kepada pekerja.
Salah satu program yang tengah didorong adalah pembangunan hunian bersubsidi bagi kalangan buruh. Program tersebut diharapkan mampu membantu pekerja memiliki tempat tinggal yang layak dengan harga yang terjangkau.
“Kita sedang mendorong pembangunan apartemen bersubsidi bagi pekerja. Harapannya para buruh bisa memiliki hunian yang layak dengan harga yang terjangkau. Jangan sampai mereka bekerja di kawasan industri tetapi kesulitan memiliki tempat tinggal,” ujarnya.
Menurut Asep, pembangunan hunian tersebut merupakan bagian dari upaya pemerintah daerah dalam meningkatkan kesejahteraan pekerja sekaligus memperkuat daya saing kawasan industri Kabupaten Bekasi.
Menutup sambutannya, Asep berharap kepengurusan baru SPEE FSPMI mampu menjadi mitra strategis pemerintah dan dunia usaha dalam menciptakan hubungan industrial yang sehat serta mendorong peningkatan kualitas sumber daya manusia.
“Saya berharap kepengurusan yang baru dapat memberikan kontribusi positif bagi peningkatan kualitas sumber daya manusia dan daya saing industri, baik di Kabupaten Bekasi maupun Indonesia secara umum,” katanya.
Ia juga mengajak seluruh pengurus yang baru dilantik untuk terus menjaga semangat pengabdian dan perjuangan demi kesejahteraan pekerja.
“Selamat menjalankan amanah kepada seluruh pengurus yang dilantik. Semoga Allah SWT senantiasa memberikan petunjuk, kekuatan, dan keberkahan dalam setiap langkah pengabdian dan tanggung jawab yang diemban,” pungkas Asep.