Budak Kerja Hanya Diberi Makan, Buruh Kerja Digaji Hanya Cukup Untuk Makan, Apa bedanya.!!

Medan,KPonline – Federasi Serikat Pekerja Metal Indonesia (FSPMI) Provinsi Sumatera Utara Gelar Aksi Unjuk Rasa Damai di depan Kantor DPRD Provinsi Sumatera Utara, Selasa (2/10/2018).

Mengangkat beberapa isu, buruh menuntut secara keras agar di cabutnya Peraturan Pemerintah Nomor 78 tahun 2015 tentang pengupahan yang tiga tahun belakangan ini dianggap sangat mengebiri Upah Buruh.

Dipimpin oleh Tony Rikson Silalahi selaku Sekretaris Dewan Pimpinan Wilaya (DPW) FSPMI Provinsi Sumatera Utara menyuarakan mirisnya daya beli buruh akibat dari kebijakan pemerintah tentang upah murah.

“Sebelum Indonesia merdeka, para pendahulu kita berjuang agar di berhentikannya sistem perbudakan di negeri ini. Kenapa? karena pada saat itu budak bekerja dengan majikannya hanya diberi makan. Nah setelah merdeka kini buruh kerja diberi gaji berbentuk uang, tetapi hanya cukup untuk makan. Jelaskan kawan-kawan.. Trus apa bedanya budak dengan buruh yang hanya cukup untuk makan, padahal secara status negara kita sudah 73 tahun merdeka. Apa buruh tidak boleh merdeka, Apa buruh bukan rakyat Indonesia yang dinyatakan sudah merdeka” tegas Tony sampaikan Orasinya di depan Kantor DPRD Provinsi Sumatera Utara.

Selain tuntutan terkait pengupahan, ratusan buruh juga menyuarakan agar pemerintah menghentikan impor beras, gula, garam dan lain-lain. Turunkan harga sembako dan tarif listrik, Lawan kebijakan Bank Dunia IMF, yang dianggap buruh merugikan dan Tolak penyelenggaraan sidang IMF Di Bali serta tolak kriminalisasi terhadap DR Rizal Ramli yang membela kepentingan Rakyat.

Sampai berita ini diterbitkan Buruh yang tergabung dalam FSPMI Provinsi Sumatera Utara masih menyuarakan tuntutannya lewat orasi secara bergantian di depan Kantor DPRD Provinsi Sumatera Utara.