Bekasi, KPonline – Buruh Go Politik (BGP) Karangraharja menggelar acara tasyakuran atas terpilihnya Kaemal Malik sebagai Ketua Badan Permusyawaratan Desa (BPD) Karangraharja Periode Tahun 2026 – 2034.
Acara berlangsung khidmat pada Minggu, 26 Juli 2026 pukul 20.00 – 22.00 WIB di Fasos RW 12 Perumahan Grand Cikarang City.
Tasyakuran ini dihadiri oleh sejumlah pimpinan organisasi dan tokoh masyarakat, di antaranya Suparno, S.H selaku Presiden FSPMI, Amir Mahfudz, dan Sulaeman selaku Ketua Exco Kecamatan Cikarang Utara.
Ketua BGP Karangraharja, Sehana Sugeng H. berharap dengan dilantiknya Kaemal Malik sebagai Ketua BPD, sinergi antara pemerintah desa, BPD, dan masyarakat khususnya kaum buruh dapat semakin kuat.
“Alhamdulillah acara tasyakuran ketua BPD sudah selesai dan berjalan lancar. Semoga sinergi dapat ditingkatkan lagi untuk kesejahteraan warga karangraharja,” ungkap Sehana.
“Jangan sungkan memberikan saran dan masukan. Bagaimana Bang Kemal bisa amanah dalam pengabdian, teguh mengawal aspirasi, bersama membangun Karangraharja,” imbuhnya.
Dalam sambutannya, para pimpinan yang hadir menyampaikan pesan penting untuk Ketua BPD terpilih dan seluruh kader BGP Karangraharja di antaranya agar mengawal dan ingatkan Kemal untuk menjalankan amanah sebagai ketua BPD.
Target awal program kerja BPD adalah membantu Kemal mendata buruh Karangraharja yang terkena PHK, yang BPJS Kesehatan PPU-nya sudah non aktif dan belum terdaftar untuk diupayakan didaftarkan ke BPJS Kesehatan PBI.
Dalam kesempatan yang sama, Presiden FSPMI mengingatkan, tahun depan adalah momentum politik tingkat desa/pemilihan kepala desa. Diharapkan seluruh elemen tetap satu komando untuk bisa mendukung dan mensupport BGP.
“Tidak perlu khawatir. BGP dan BPD memiliki jalur komunikasi yang bisa sampai ke Bupati terkait program ke depan untuk Karangraharja. Tujuan akhir kita adalah bagaimana Karangraharja bisa lebih baik dan benar. Jadi jangan pernah lelah berbuat untuk orang banyak,” ungkap Suparno, S.H.
Perjuangan untuk memastikan hak-hak dasar warga terpenuhi, khususnya di bidang kesehatan dan ketenagakerjaan, akan menjadi fokus utama kepengurusan BPD 2026-2034. (Yanto)