Antisipasi Virus Covid – 19, Kantor KC FSPMI Bekasi Disemprot Disinfektan

  • Whatsapp

Bekasi, KPonline – Merebaknya virus Covid-19 saat ini terjadi tidak hanya di Indonesia, tapi juga seluruh dunia. Hal ini membuat KC FSPMI Bekasi waspada.

Kantor Sekretariat KC FSPMI Bekasi yang terletak di Jalan Yapink Putra, Tambun, Bekasi ini segera melakukan tindakan pencegahan. Selain memberlakukan social distancing dan mengurangi kegiatan berkumpul, FSPMI Bekasi juga menyediakan tempat cuci tangan sebelum memasuki Kantor Sekretariat FSPMI Kab/Kota Bekasi.

Berita Lainnya

Bahkan, penyediaan tempat cuci tangan tersebut dikerjakan langsung oleh Sukamto, Ketua KC FSPMI Bekasi pada hari Sabtu (21/3) pekan lalu.

Selain penyediaan cuci tangan dan handsanitizer, pada hari ini Rabu (25/3/2020), seluruh ruangan KC juga dilakukan penyemprotan disinfektan oleh PMI Kabupaten Bekasi.

Selama masih mewabahnya Covid – 19, kegiatan berkumpul atau konsolidasi, tidak dilakukan di Sekretariat KC FSPMI Bekasi.

Kendati demikian, kegiatan di sekretariat masih berjalan seperti biasanya, akan tetapi social distancing atau menjaga jarak aman diterapkan lebih ketat.

Hal tersebut dilakukan guna mencegah penyebaran Covid-19 agar tidak semakin meluas. Berdasarkan catatan Satuan Tugas Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), hingga hari ini jumlah orang yang positif terjangkit virus Covid – 19 sebanyak 893 kasus dan meninggal dunia sebanyak 78 orang.

Puncak wabah virus Covid – 19 ini diperkirakan akan terjadi pertengahan bulan April mendatang dan baru akan mereda pada akhir Mei 2020.

Masyarakat dihimbau pemerintah untuk mematuhi anjuran tentang larangan berkumpul dengan jumlah banyak orang dan juga menjaga jarak dengan orang lain.

Selain itu masyarakat juga dianjurkan untuk sering cuci tangan menggunakan sabun dan selalu menggunakan masker.

Ironisnya, hingga saat ini himbauan pemerintah untuk menerapkan bekerja dari rumah (Work From Home) nampaknya tidak semua diikuti pengusaha. Di Kabupaten Bekasi sendiri, masih banyak pabrik yang beroperasi normal dan hal ini membuat buruh sangat rentan terpapar virus Covid-19. (Wiwik)

Pos terkait