Anggota Komisi V DPRD Jawa Barat Kunjungi Pekerja Emak-emak PT Dada Indonesia

  • Whatsapp

Purwakarta, KPonline –  Minggu 17 Januari 2019, Abdul Hadi Wijaya selaku anggota komisi V Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Jawa Barat datang berkunjung ke PT Dada Indonesia. Dalam kesempatan tersebut beliau mendengarkan keluh kesah pekerja emak-emak PT Dada Indonesia, dimana setelah hampir 4 bulan permasalahan hubungan industrial yang terjadi antara pihak pekerja dan pengusaha PT Dada Indonesia terkait uang pesangon yang sampai hari ini belum menemui titik kejelasan.

Menurut aturan normatif seharusnya pekerja emak-emak PT Dada Indonesia sudah bisa menerima uang pesangon, namun kenyataan berkata lain. Jangankan uang pesangon, perhatian dari Pemerintahan Daerah Kabupaten Purwakarta pimpinan Ambu Ane terkesan tidak ada. Beliau seolah enggan peduli atas hal yang sedang dialami oleh pekerja emak-emak PT Dada Indonesia saat ini, hal tersebut bisa terlihat disaat pekerja emak-emak mencoba untuk meminta pertolongan atas pelanggaran yang telah dilakukan PT Dada Indonesia kepada pekerja. Dengan cara berjalan kaki (Longmarch) dari PT Dada Indonesia ke Kantor Pemerintahan Daerah Kabupaten Purwakarta selama dua kali, ternyata Ambu Ane tidak mau menanggapi dan memilih sembunyi saat ingin ditemui.

“Kami bersukur dan berterima kasih atas kunjungan beliau, senang yang kami rasakan karena beliau mau mendengarkan keluh kesah kami sebagai pekerja emak-emak PT Dada Indonesia dan akan membantu penyelesaian terhadap permasalahan yang sedang terjadi. Semangat kami semakin bertambah atas kedatangan beliau hari ini, beliau ternyata sangat perhatian tidak seperti Pemerintahan Daerah Kabupaten Purwakarta. Dimana jangankan membantu untuk melihat keadaan kami di Tenda Juang PT Dada Indonesia, Ambu ane enggan berkunjung entah kenapa.” ucap Elni Susanti (Ketua PUK SPAI FSPMI PT Dada Indonesia).

Rencananya Senin 18 Februari 2019, pekerja emak-emak PT Dada Indonesia akan melakukan mediasi kembali di Kantor Kementrian Ketenagakerjaan Republik Indonesia. Dalam usahanya untuk mencari titik penyelesaian terhadap permasalahan hubungan indusrial yang sedang terjadi, akan kepastian serta kejelasan uang pesangon yang sampai saat ini belum diberikan oleh pengusaha PT Dada Indonesia.

“Abdul Hadi akan terus memonitoring terkait permasalahan antara pekerja PT Dada Indonesia dengan Pengusaha, beliau menunggu hasil mediasi besok di Kemenaker. Bila besok belum mendapatkan hasil yang baik bagi pekerja, Abdul Hadi akan membantu sebatas apa yang beliau bisa lakukan. Bila perlu beliau akan memberitahukan kepada Ridwan Kamil.”  tambah Elni.

(Lestareno)