Aksi Solidaritas Alcomexindo, Sekretaris PC SPL FSPMI : Buang Sumber Permasalahan Jika Ingin Selesai

Bekasi, KPonline – Ribuan buruh yang tergabung dalam Federasi Serikat Pekerja Metal Indonesia (FSPMI) Kabupaten/Kota Bekasi melakukan aksi unjuk rasa di depan PT. Alcomex Indo yang beralamat di Jl. Kp. Mariuk, RT.004/RW.002, Gandamekar, Kecamatan Cikarang Barat, Kabupaten Bekasi pada Selasa (22/11/2022).

Aksi unjuk rasa buruh yang dilakukan di depan PT. Alcomex Indo sejak Kamis, 17 Nopember 2022 hingga saat ini menuntut antara lain :

1. Segera berlakukan PKB
2. Pekerjakan kembali 8 anggota PUK SPL FSPMI PT. Alcomex Indo yang di PHK sepihak
3. Kembalikan pemotongan Cos iuran serikat pekerja dan sekretariat PUK SPL FSPMI PT. Alcomex Indo
4. Stop intimidasi kepada pengurus dan anggota
5. Kembalikan hak berunding serikat pekerja
6. Kembalikan fasilitas yang biasa diterima
7. Stop PHK dengan alasan efesiensi

Orator nasional Amir Mahfudz, dalam orasinya meminta pengusaha dan serikat pekerja segera menyelesaikan permasalahannya, agar semua kembali kondusif.

Menurut Amir, masyarakat sekitar pun yang awalnya tidak mendukung aksi unjuk rasa kini berbalik mendukung lantaran tidak ada etikad baik dari pengusaha untuk menyelesaikan permasalahan yang ada.

Siang sekitar jam 13.00, terjadi pertemuan di pos security PT.Alcomex Indo antara perwakilan perusahaan dalam hal ini Bryan (manajer) dan Dadang (wakil kepala pabrik) dengan perwakilan serikat pekerja SPL FSPMI Ganang (sekretaris PC SPL FSPMI Bekasi) beserta Agus Sunarto ketua PUK SPL FSPMI PT.Alcomex Indo.

Kepada koran Perdjoeangan Agus Sunarto selaku ketua PUK mengatakan bahwa pertemuan hari ini belum ada hasil sehingga pertemuan akan dilanjutkan besok dengan H. Swesly (kepala pabrik) dan Dadang sebagai wakilnya. Pertemuan akan dilakukan besok jam 13.30 WIB.

Sementara Sekretaris PC SPL FSPMI Bekasi, Ganang, S.H usai pertemuan menyampaikan di atas mobil komando terkait pertemuan tersebut

“Pada dasarnya mereka memahami apa yang diminta kawan-kawan buruh hanya sebatas normatif, awal sudah tercipta keharmonisan hanya karena kehadiran oknum ke PT. Alcomex Indo 6 bulan yang lalu merubah semuanya, sekretariat serikat pekerja dibongkar, bantuan pemotongan iuran serikat pekerja dihentikan,” kata Ganang.

Lebih lanjut dijelaskan sumber permasalahan sudah ketahuan yaitu oknum tersebut sehingga menurutnya yang harus dibuang adalah sumber masalahnya.

“Jika ingin selesai buang sumber permasalahan, kami hanya bisa support dengan cara seperti ini semua terserah yang punya perusahaan,” pungkas Ganang. (Yanto)