Aksi Massa Tolak Omnibus Law di Jawa Timur : Serikat Pekerja PT. Jatim Autocomp Indonesia Turun ke Jalan

Aksi Massa Tolak Omnibus Law di Jawa Timur : Serikat Pekerja PT. Jatim Autocomp Indonesia Turun ke Jalan

Surabaya, KPonline – Sebanyak 60 anggota serikat pekerja dari PT Jatim Autocomp Indonesia (JAI) Jawa Timur turun ke jalan pada Senin, 8 Juli 2024 dalam aksi demonstrasi yang digelar di depan Kantor Gubernur, Jalan Pahlawan 110, Surabaya.

Aksi ini merupakan bentuk penolakan terhadap Undang-Undang Cipta Kerja dan Omnibus Law yang baru saja disahkan, serta kebijakan upah murah yang dinilai merugikan para pekerja.

Para demonstran memadati area sekitar kantor gubernur sambil membawa spanduk dan poster bertuliskan “Tolak Omnibus Law, Pertahankan Hak Buruh!” dan “Upah Layak untuk Kesejahteraan Keluarga!”.

Mereka menyuarakan tuntutan agar pemerintah provinsi mendukung kepentingan pekerja dengan menolak implementasi Undang-Undang Cipta Kerja, yang dianggap mengancam kepastian kerja dan hak-hak pekerja.

Dalam orasinya, perwakilan serikat pekerja PT JAI mengkritik keras kebijakan pemerintah yang dinilai lebih mementingkan kepentingan investor daripada kesejahteraan buruh. Mereka menegaskan bahwa kebijakan ini berpotensi memperburuk kondisi kerja dan kesejahteraan para pekerja di Jawa Timur.

“Kami menolak Omnibus Law karena jelas-jelas mengancam hak-hak kami sebagai pekerja. Kami butuh kepastian kerja, bukan hanya janji-janji manis yang lebih menguntungkan investor,” ujar salah satu orator dalam aksi tersebut.

Mereka juga menyerukan solidaritas dari seluruh pekerja di Jawa Timur untuk terus memperjuangkan kesejahteraan buruh di masa depan.

Aksi ini menunjukkan keteguhan hati para pekerja untuk memperjuangkan hak-hak mereka, serta menekankan pentingnya kebijakan yang berpihak pada kesejahteraan buruh. Seruan ini diharapkan dapat menggugah perhatian pemerintah provinsi dan nasional untuk meninjau kembali kebijakan yang telah disahkan dan memberikan solusi yang lebih adil bagi para pekerja.

Demonstrasi berlangsung dengan damai, namun penuh semangat perjuangan, menandakan bahwa isu kesejahteraan buruh masih menjadi perhatian utama bagi banyak pihak di Indonesia, khususnya di Jawa Timur. (Bunga djo)