Adakan Konsolidasi Akbar, Pilar FSPMI Kumpul di Omah Buruh

Bekasi, KPonline – Pilar organisasi Federasi Serikat Pekerja Indonesia (FSPMI) mulai dari Garda Metal, Jamkeswatch, Media Perdjoengan, dan Forum Buruh Perempuan berbondong-bondang mendatangi Omah Buruh, jembatan buntung, kawasan EJIP, Senin (15/10/2018).

Hadir dalam acara konsolidasi tersebut presiden FSPMI Said Iqbal dan Sekretaris Jenderal FSPMI Riden Hatam Aziz.

Bacaan Lainnya

Tidak kalah ketinggalan calon DPR RI Obon Tabroni dan Ketua DPC Gerindra Bekasi,  Nunu dan calon legislatif lainnya ikut acara tersebut.

Amier Mahfuz selaku pembawa acara konsolidasi tersebut pun membagi-bagi waktu dan menyampaikan acaranya satu persatu mulai dari awal hingga acara berakhir.

Dalam sambutannya, Obon menyampaikan bahwa saat ini bukan bicara 10 ribu, 50 ribu, 70 ribu suara.

“Kita pasti mampu. Tapi bagaimana suara kita bisa melebihi yang diharapkan,” tegasnya.

“Saya berterima kasih kepada Team media yang mau terus propagandakan sosok calon legislatif dari kaum buruh yang terus-terusan digaungkan oleh team Media.
Garda metal, Jamkeswatch, forum buruh perempuan ayo kita berjuang bareng-bareng mulai dari sekarang waktu kita tinggal bersisa¬† 186 hari lagi menjelang Pemilihan. Paling minim 1 hari kawan-kawan bisa mengajak 30 orang/perhari. Tanpa data kita gak bisa pergunakan. Karena ukuran politik itu angka dan data,” tegas Obon.

“Kita yakin bisa menangkan khususnya dibekasi karena dilihat dari kemenangan di Pilgub Jabar kemaren suara pasangan Asyik 42,3% bisa mengalahkan partai politik yang sudah populer di lapangan. Dan jangan lupa saat pencoblosan nanti yang penting bawa E KTP,” tambah Nunu.

Dengan adanya konsolidasi akbar yang diadakan di Omah Buruh, seluruh buruh Bekasi mulai bergerak kembali sesuai yang diinstruksikan oleh organisasi. Buruh Go Politik harus bisa dimenangkan.

Buruh Bekasi yang telah berhasil mengantarkan kaderisasinya menjadi anggota legislatif di tahun sebelumnya, tidak menutup kemungkinan ditahun politik ini buruh Bekasi yang akan mengantarkan kembali perwakilannya ditingkat DPRD dan DPR RI.

Dari perhelatan politiklah buruh Bekasi mulai sadar dan memahami kalau selama ini upah yang didapatkan adalah salah satu produk politik. (Jhole)

Pos terkait