Ada Yang Unik Dan Menarik Di Aksi Buruh Jabar Kemarin

  • Whatsapp

Bandung, KPonline – Ada yang unik dan menarik serta menjadi pusat perhatian massa aksi yang lainnya pada aksi buruh dan mahasiswa serta elemen masyarakat, yang menggeruduk kantor Gubernur Jawa Barat Senin (16/03/2020

Adanya tokoh film kartun Sponge Bob yang berada di tengah peserta aksi buruh yang menolak Rancangan Undang-undang (RUU) Omni Bus Law menarik perhatian peserta aksi

Bacaan Lainnya

Kreatif memang salah satu buruh ini, dengan memakai costum kartun favorit anak-anak menjadi bahan perhatian buruh.

Yang jadi sorotan yaitu dibelakang punggung kartun tersebut, bertuliskan “Jangan terlalu mementingkan Investor, lihat buruh makan dengan hanya kuah cuanki “.

” Insvestor semakin kaya, buruh semakin susah “. Memang benar dengan akan diberlakukannya Omnibus Law, mungkin insvestor banyak yang masuk, kenapa tidak? dikarenakan isi dari RUU tersebut banyak meng eksploitasi buruh.

Presiden Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI) Said Iqbal sendiri memberikan alasan kenapa KSPI menolak RUU tersebut, yaitu:
1. Hilangnya Upah Minimum.
2. Hilangnya Pesangon.
3. Penggunaan Outsourcing yang bebas.
4. Jam kerja eksploitatif.
5. Penggunaan karyawan kontrak yang tidak terbatas.
6. Penggunaan Tenaga Kerja Asing (TKA) Unskilled Workers.
7. PHK yang dipermudah.
8. Hilangnya jaminan sosial bagi pekerja atau buruh. Khususnya kesehatan dan pensiun.
9. Sanksi pidana yang dihilangkan bagi pengusaha.

Itulah salah satu alasan elemen masyarakat, buruh dan mahasiswa di Jawa Barat menolak RUU Omnibus Law. Sementara itu , Presiden Joko Widodo meminta kepada DPR RI agar RUU Omnibus Law tersebut dapat dirampungkan dalam waktu 100 hari.

Koalisi buruhpun mengancam seperti yang dilontarkan oleh salah satu koordinator Aliansi SP/SB Jawa Barat dari SBSI 92 Ajat Sudrajat

” Seandainya para wakil rakyat yang berada di DPRD Kota Bandung, belum menandatangani dukungan Aksi Buruh menolak RUU Omnibus Law, sampai dengan tanggal (23/03/2020) maka Aliansi SP/SB Jabar akan melakukan Mogok Daerah (MODAR) dan mematikan mesin-mesin pabrik di Jawa Barat “. Ujarnya.

(MRS)

Pos terkait