“Saya Senang Jadi Bagian dari FSPMI”

Purwakarta, KPonline – Serikat pekerja atau serikat buruh adalah sebuah organisasi beranggotakan pekerja atau buruh yang bergabung bersama untuk mencapai kesejahteraan.

Melalui perwakilannya, pekerja berunding dengan pengusaha untuk menuntut hak dan kepentingan pekerja atau buruh. Diantaranya terkait dengan upah, aturan kerja, prosedur keluhan,pemecatan (PHK), promosi buruh, keuntungan, keamanan di tempat kerja.

Selain itu, serikat juga melakukan perlawanan kepada pemerintah yang sekiranya mengeluarkan kebijakan tidak seimbang yang berhujung merugikan kelas buruh.

Agar serikat menjadi kuat dan terhindar dari konflik internal akibat kesalahpahaman, harus sering melakukan agenda konsolidasi. Ini dilakukan agar anggota bisa dengan benar mengetahui serta memahami apa yang sedang terjadi.

Dede Rahmat, barangkali menjadi contoh yang baik dalam berserikat. Walau kini tidak bekerja lagi,ternyata dia selalu aktif mengikuti segala kegiatan yang dilakukan Serikat Pekerja. Baik itu kegiatan aksi atau kegiatan lainnya yang berhubungan dengan Serikat Pekerja.

Mungkin bagi sebagian atau kebanyakan anggota bila sudah tidak bekerja, apalagi keinginannya tidak terpenuhi, tidak aktif lagi mengikuti organisasi. Tetapi Dede lain. Terakhir saya masih bersamanya memperingati hari buruh internasional, tangg 1 Mei yang lalu.

Pria kelahiran Sumedang, Jawa Barat ini, kini telah memiliki keluarga dengan satu orang anak.

Oktober 2010, Dede mulai bekerja di salah satu perusahaan di Purwakarta. Selain pekerja rajin serta terampil, dia memiliki sikap kepedulian sosial terhadap sesama yang tinggi.

Dalam setiap kegiatan aksi yang dilakukan Federasi Serikat Pekerja Metal Indonesia (FSPMI), khususnya bersama PUK SPAI FSPMI PT Sepatu Bata, Dede selalu ada.

Bahkan saya bersamanya pernah mengikuti aksi solidarity untuk buruh PT Kalbe Farma di Cempaka Putih Jakarta.

Walau hanya seorang anggota, sikap militansinya sungguh sangat luar biasa.

Bandung,Bekasi, dan Jakarta telah menjadi saksi bisu pergerakannya bersama organisasi. Seolah jarak dan waktu bukanlah suatu halangan untuk perduli terhadap sesama.

Sayang, Perjanjian Kerja Waktu Tertentu (PKWT) telah habis. Walau dengan segala daya dan upaya yang telah dilakukan oleh PUK SPAI FSPMI PT Sepatu Bata mengusahakan Dede untuk terus bekerja dengan status Perjajian Kerja Waktu Tidak Tertentu(PKWTT).

“Saya sangat senang menjadi bagian dari organisasi walau hanya sebatas anggota. Saya sudah tidak bekerja lagi tetapi saya sangat berterima kasih kepada rekan rekan PUK yang selama ini terus memperjuangkan nasib saya serta rekan rekan anggota yang lain,walau tak berbuah manis saya sadar dan mengerti bahwa PUK itu bukan Tuhan yang selalu mengabulkan keinginan kita.Saya harus bijak menyingkapi hidup dan yakin kalau Tuhan punya maksud lain yang lebih baik dibalik tidak bekerjanya lagi saya di PT Sepatu Bata,” kata Dede Rahmat saat MayDay 2018 istora senayan jakarta.

Daftar Sekarang