3 Point Penting Aksi Forum Buruh Bogor Bergerak

Bogor, KPonline – Forum Buruh Bogor Bergerak menggelar aksi unjuk rasa didepan gerbang Kantor Bupati Bogor pada Kamis 23 Januari 2020. Aksi unjuk rasa yang diikuti oleh 24 DPC serikat pekerja/serikat buruh yang ada di Kabupaten Bogor ini, merupakan refleksi kekecewaan atas beberapa permasalahan yang berdampak secara langsung dan tidak langsung terhadap kaum buruh.

Seperti yang dituturkan oleh Agus Sudrajat Ketua DPC SPN-KSPI Kabupaten Bogor kepada Media Perdjoeangan. “Ada tiga (3) poin penting yang telah didapatkan oleh buruh-buruh Bogor pada aksi unjuk rasa kali ini. Yang pertama, akan dilaksanakannya perundingan Dewan Pengupahan Kabupaten Bogor yang akan dihadiri oleh unsur pengusaha (Apindo Kabupaten Bogor) pada 29 Januari 2020 yang akan datang. Dan hal ini membutuhkan pengawalan dari kawan-kawan buruh, serta pengawasan yang ketat. Jangan sampai perundingan UMSK 2020 Kabupaten Bogor berlarut-larut” ujar Agus ketika ditemui oleh Media Perdjoeangan pasca selesai aksi unjuk rasa Forum Buruh Bogor Bergerak.

Bacaan Lainnya

“Yang kedua terkait kenaikan iuran BPJS Kesehatan. Buruh-buruh Bogor menyatakan menolak dan keberatan atas kenaikan iuran BPJS Kesehatan yang telah berlaku per Januari 2020 ini. Dan juga telah disampaikan oleh kawan-kawan dari Jamkeswatch Bogor kepada Dinas Kesehatan Kabupaten Bogor terkait pengadaan mobil ambulance gratis dan peningkatan pelayanan kesehatan di rumah sakit-rumah sakit di Kabupaten/Kota Bogor” lanjut Agus.

“Dan yang ketiga, yaitu soal Omnibus Law. Dimana ada ada sekitar 50 pasal dari UU Ketenagakerjaan yang rencana akan dimasukan ke Omnibus Law. Dan seperti yang telah beredar di masyarakat luas, kemungkinan besar UU Ketenagakerjaan yang masuk ke Omnibus Law akan sangat merugikan kaum buruh. Dan jika hal tersebut terjadi, kami buruh-buruh Bogor pastikan akan melakukan Aksi Mogok Daerah dan Aksi Mogok Nasional” tegasnya.

Pos terkait