3 Berita Terpopuler: Precarious Work, Jangan Seperti Kacang Lupa Kulitnya, dan Filosofi PHK

  • Whatsapp

Jakarta, KPonline – Artikel berjudul ‘Apa Itu Precarious Work? Buruh Wajib Tahu’ menempati posisi teratas, sebagai artikel yang paling banyak dibaca pada Jum`at (8/9/2017). Ini artikel yang menarik. Mengulas tentang kondisi kerja tanpa standar dimana pekerja/buruh memiliki upah yang rendah, tidak aman, tidak ada kestabilan kelangsungan pekerjaan, tanpa perlindungan, dan tidak dapat menghidupi rumah tangga.

Membaca artikel ini, kita akan lebih memahami tentang kondisi kerja yang tidak layak, untuk kemudian berjuang mewujudkan kondisi kerja yang layak.

Bacaan Lainnya

Artikel kedua berjudul ‘Anggota Serikat Pekerja Jangan Seperti Kacang Lupa Pada Kulitnya’. Menceritakan tentang anggota serikat pekerja yang kemudian menurun militansinya setelah berhasil diperjuangkan menjadi karyawan tetap. Sebuah tulisan otokritik untuk kelangan serikat pekerja, agar tidak menjadi seperti yang digambarkan dalam pepatah: kacang lupa pada kulitnya.

Sementara itu, ‘Filosofi PHK Dalam Perspektif Orang Sedang Jatuh Cinta’ berada di posisi ketiga. Kalimat yang indah dalam menggembarkan perjuangan buruh yang sedang menolak PHK, seperti ini:

“Dan kalian keliru. Dalam kerja posisi kita setara. Tidak seperti asmara yang membuat seseorang bisa jatuh cinta, tak pernah ada jatuh kerja,” kalimat indah yang selalu kukenang.

“Jika kalian menghendaki kami berhenti menuntut, pada saat yang sama kami juga akan mengatakan, berhentilah mengintimidasi dan mengebiri hak-hak kami. Penuhi tuntutan kami.”

1. Apa Itu Precarious Work? Buruh Wajib Tahu

Stop Precarious Work

Dalam pengertian yang paling umum, Precarious work adalah sebuah kondisi kerja tanpa standar dimana pekerja/buruh berupah rendah, tidak aman, tidak ada kestabilan kelangsungan pekerjaan, tanpa perlindungan, dan tidak dapat menghidupi rumah tangga.

Praktek hubungan kerja kontrak dan outsourcing membawa efek degradasi pada kondisi kerja dan kesejahteraan pekerja/buruh. Selain itu pekerja/buruh dalam kondisi tersebut juga tidak bisa atau dihalang-halangi untuk bergabung dalam serikat pekerja/serikat buruh.

Dikatakan bahwa perusahaan multi-nasional (MNCs) adalah “pengerak-utama” atas ekpansi pekerja/buruh dalam kondisi yang precarious. Sebagai ganti merekruit langsung para pekerja/buruh tetapnya mereka menjalankan segala bentuk praktek kerja fleksibel dan mengabaikan segala ketentuan aturan perburuhan yang ada dengan menempatkan pekerja/buruhnya pada kondisi precarious: upah murah, kontrak, direkruit dari perusahaan alih daya (outsourcing).

Baca Selanjutnya…

2. Anggota Serikat Pekerja Jangan Seperti Kacang Lupa Pada Kulitnya

Suasana Mogok Nasional di Kabupaten Bekasi.

Menjadi karyawan tetap merupakan keinginan setiap orang yang bekerja di perusahaan. Selain untuk memastikan pekerjaan di masa depan, tentu juga ada benefit lain yang akan diterima ketika seseorang menjadi karyawan tetap.

Dengan kondisi sekarang, dimana semakin marak karyawan kontrak dan outsourcing, bahkan beberapa waktu lalu disahkan peraturan mengenai pemagangan, untuk mencapai posisi karyawan tetap semakin sulit.

Dalam hal ini, ada baiknya kita berkaca pada pengalaman tahun 2012. Saat itu, ramai-ramai perusahaan mengangkat menjadi pekerja tetap, dikarenakan adanya pelanggaran hukum yang dilakukan pihak perusahaan dari kontrak tidak jelas, outsourcing yang menyalahi aturan, dan sistem pemagangan yang disalahgunakan.

Tentu tidak tiba-tiba perusahaan mengangkat pekerja tetap secara sukarela. Tetapi ada desakan dari serikat pekerja.

Baca Selanjutnya…

3. Filosofi PHK Dalam Perspektif Orang Sedang Jatuh Cinta

Seorang buruh perempuan membentangkan spanduk bertuliskan: Tolak PHK Sepihak.

Mungkin kita tidak saling mengenal. Maksudku, bisa jadi kamu tak pernah melihatku. Tetapi aku pernah berada di dekatmu. Memperhatikanmu dengan cermat.

Saat itu aku terpukau dengan caramu memegang spanduk bertuliskan: Menolak PHK Sepihak.

Sejak saat itu, aku tak ragu untuk jujur mengakui, bahwa aku terpesona dengan caramu menyampaikan tuntutan.

Dari rona wajah dan senyum indah di bibirmu, aku tahu engkau masih muda. Mungkin kita sebaya. Tetapi dalam hal ini, aku merasa sikapmu jauh lebih dewasa.

Banyak orang yang pasrah dan menyerah ketika berada dalam situasi sepertimu. Tetapi kamu tidak. Keteguhanmu dalam berjuang mengesankan bagiku.

Baca Selanjutnya…

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *