Tahlilan Malam 7 Almarhum Rustan: Hanya Doa Yang Kami Berikan

  • Whatsapp

Karawang, KPonline – Sudah sepekan berlalu Bung Rustan telah pergi meninggalkan kami. Duka masih terlihat dari raut muka kawan-kawan buruh yang hadir di acara tahlilan malam ke 7 di kediaman keluarga Bung Rustan di Perumahan Bumi Inti Persada Blok D1, Purwakarta, Jawa Barat. Selasa, 4/9/18.

Antusias kawan-kawan buruh yang datang bukan hanya dari Purwakarta, Karawang maupun Bekasi, namun ada juga kawan buruh yang dari Jakarta datang ke acara tahlilan di malam ke 7 hari almarhum Rustan.

Bacaan Lainnya

Acara tahlilan dipimpin oleh KH. Asep Wahab, sebelum acara dimulai, perwakilan Keluarga almarhum Rustan mengucapkan banyak terima kasih kepada kawan-kawan buruh yang telah ikut membantu, dari mulai pemulangan jenazah ke kampung halaman di Pinrang, Makassar, Sulawesi Selatan sampai ke pemakaman almarhum serta rasa terima kasih banyak atas kedatangan kawan-kawan buruh dalam setiap tahlilan dari malam ke 1 hingga tahlilan malam ke 7.

“Almarhum Rustan adalah Saudara kita, apalagi almarhum adalah saudara seperjuangan, saudara seiman dan merupakan kewajiban kita sebagai muslim dimana harus saling mendo’akan. Semoga kedatangan kawan2 buruh juga bisa mengurangi kesedihan keluarga Almarhum Rustan ” pungkas Resia kepada awak media

Heriyanto yang merupakan Ketua PP AMK menyempatkan datang dari Jakarta menggunakan Kereta Api. “Saya naik kereta api karena naik kendaraan malah kena macet di Tol Cikunir, akhirnya putar balik dan langsung ke stasiun gambir dan sampai di Stasiun Purwakarta pukul 19.30 WIB” terangnya

“Saya sudah menganggap Almarhum Rustan sebagai Saudara saya, apalagi kami sempat di satu kepengurusan saat beliau ketua umum dan saya sekretaris. Almarhum Bung Rustan merupakan pribadi yang terbuka, dan tanpa basa basi. Waktu, tenaga dan materi sudah banyak yang Alm berikan untuk kepentingan buruh. Kami tidak bisa membalas kebaikan Alm, hanya doa yang bisa kita berikan” sambung Heriyanto.

Acarapun berakhir pukul 20.35 WIB dan sebagian dari beberapa kawan buruh terlihat masih berbincang dengan keluarga Almarhum Bung Rustan.

[Pnj]

Pos terkait