Karawang, KPonline – Menyambut peringatan Hari Sumpah Pemuda pada 28 Oktober 2026, semangat persatuan dan perjuangan generasi muda kembali digaungkan. Di tengah pesatnya industrialisasi dan berbagai tantangan ketenagakerjaan, peran pemuda dan kaum buruh dinilai menjadi elemen penting dalam memperjuangkan keadilan sosial serta mewujudkan masa depan bangsa yang lebih baik.
Ketua KC FSPMI Karawang, Asmat Serum, S.H., M.H., menegaskan bahwa sejarah perjuangan bangsa Indonesia tidak dapat dipisahkan dari peran aktif pemuda dan kaum pekerja. Menurutnya, semangat persatuan yang diwariskan melalui Sumpah Pemuda harus terus dijaga dan diwujudkan dalam perjuangan nyata, termasuk dalam memperjuangkan hak-hak pekerja dan kesejahteraan masyarakat.
Asmat menyampaikan bahwa Sumpah Pemuda 28 Oktober 1928 merupakan bukti keberanian generasi muda dalam menyatukan berbagai perbedaan demi mewujudkan cita-cita bersama. Nilai persatuan tersebut, menurutnya, tetap relevan dengan kondisi saat ini, terutama dalam membangun solidaritas antara generasi muda dan gerakan buruh.
“Pemuda dan buruh merupakan dua elemen penting yang saling berkaitan. Banyak anggota gerakan buruh saat ini berasal dari kalangan generasi muda yang bekerja di kawasan-kawasan industri dan memiliki peran vital dalam menggerakkan roda perekonomian nasional. Tanpa semangat patriotisme, kegigihan, dan keberanian generasi muda, gerakan buruh akan kehilangan salah satu sumber energi pembaruannya,” tegas Asmat
Lebih lanjut, ia mengajak seluruh elemen pemuda dan kaum buruh untuk menghayati serta mengimplementasikan tiga nilai utama, yakni patriotik, gigih, dan berempati. Patriotik berarti mencintai tanah air dengan berkontribusi menjaga kedaulatan ekonomi nasional serta memperjuangkan hak-hak dasar rakyat dan pekerja. Gigih diwujudkan melalui sikap pantang menyerah dalam menghadapi tantangan global, efisiensi industri, dan berbagai persoalan ketenagakerjaan. Sementara itu, berempati berarti membangun solidaritas antarsesama pekerja, peduli terhadap persoalan sosial di lingkungan sekitar, serta mengutamakan kebersamaan di atas kepentingan golongan.
Sebagai salah satu pusat industri nasional, Karawang menjadi wilayah yang mempertemukan potensi besar generasi muda dengan dinamika perjuangan kaum buruh. Oleh karena itu, Bung Hasan mengimbau para pemuda, baik yang bekerja di sektor formal maupun informal, serta mereka yang aktif dalam organisasi dan kegiatan sosial, agar tidak bersikap apatis terhadap persoalan ketenagakerjaan dan berbagai tantangan yang dihadapi masyarakat.
“Sumpah Pemuda adalah ikrar persatuan. Hari ini, persatuan itu harus kita wujudkan melalui solidaritas dan perjuangan bersama. Mari kita buktikan bahwa pemuda Indonesia adalah generasi yang patriotik dalam membela hak rakyat, gigih dalam memperjuangkan keadilan, serta berempati terhadap sesama anak bangsa,” pungkasnya.
Melalui momentum peringatan Hari Sumpah Pemuda 28 Oktober 2026, KC FSPMI Karawang mengajak seluruh elemen buruh, khususnya generasi muda, untuk terus merawat semangat perjuangan, memperluas wawasan, memperkuat solidaritas, dan mengambil peran aktif sebagai agen perubahan. Dengan semangat persatuan dan kepedulian, pemuda dan kaum buruh diharapkan dapat berkontribusi dalam mewujudkan Indonesia yang lebih adil, sejahtera, dan bermartabat.
Penulis: JackSodrun



